Cikarang

Angka Kejahatan Turun 70 Persen

Radarbekasi.id, CIKARANG UTARA– Angka kejahatan di Kabupaten Bekasi selama tahun 2017, menurun hingga 70 persen. Dari 996 kasus pada tahun 2016, menjadi hanya 365 kasus pada 2017. Kecuali kejahatan siber. Dari seluruh jenis kejahatan mengalami penurunan yang signifikan.

Semula tercatat tiga sampai empat kejahatan terjadi setiap hari di Kabupaten Bekasi. Dengan penurunan tersebut, praktis hanya terjadi satu kejahatan per hari dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.

“Dengan adanya penurunan kejahatan dari 996 kasus menjadi hanya 365 kasus, ini tentunya menjadi angka yang sangat luar biasa dan patut diapresiasi atas kinerja seluruh anggota kepolisian dan tentu dibantu dengan paritipasi masyarakat,” tutur Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara.

Untuk diketahui, sebelum Candra, pada 2017, Polrestro Bekasi Kabupaten sempat dipimpin Kombes Pol Asep Adi Saputra. Diantara ratusan kasus yang terjadi tersebut, kasus pencurian dengan pemberatan dan narkoba masih mendominasi. Meski demikian, angkanya menurun hingga mencapai 50 persen. Dari 150 kasus yang terjadi pada 2016, turun menjadi hanya 74 kasus.

“Sebanyak 50 kasus sudah dan tengah ditangani. Pengembangan pun terus kami lakukan,” kata Candra. Sesuai dengan pasal 363 Kitrab Undang-undang Hukum Pidana, para pelaku curat diancam penjara tujuh tahun.

Penurunan kasus pun terjadi pada kejahatan pencurian dengan kekerasan. Jenis kejahatan yang kerap disebut begal ini mengalami penurunan hingga 40 persen dari semula 35 kasus menjadi hanya 21 kasus. Begitupun dengan pencurian kendaraan bermotor yang turun 35 persen.

“Pada 2016, kasus pencurian kendaraan bermotor atau curanmor ini mencapai 124 kasus, namun kemudian, patut disyukuri, angkanya turun menjadi hanya 81 kasus. Curanmor ini erat kaitannya dengan curas dan curat,” beber Candra.
Kasus yang dengan persentase penurunan tertinggi, terjadi pada kasus perjudian. Candra menyatakan, pihaknya berhasil memberantas perjudian hingga 90 persen, dari 19 kasus menjadi menjadi hanya dua kasus.

Kemudian kasus penganiayaan berat serta perkosaan pun turut menurun. “Kasus penganiayaan berat atau (Anirat ini turun 79 persen dari 80 kasus menjadi 17 kasus. Lalu kasus perkosaan juga mengalami penurunan signifikan dari 21 kasus menjadi 4 kasus. Untuk kasus ini, kami senantiasa bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait untuk mengungkap kasus,” terang Candra.

Pada 2017, kepolisian pun berhasil mengungkap lima aksus pembunuhan. Diantaranya, yang turut menyedot perhatian publik, yakni tewasnya Zoya, pria yang dituduh mencuri amplifier Musola di Babelan, Kabupaten Bekasi.

Selain curat yang mendominasi, kasus peredaran narkoba pun mengalami penurunan. Kendati demikian, jumlahnya cenderung masih tinggi. Dari 184 kasus pada 2016, turun menjadi hanya 156 kasus. Meski kasus menurun, barang bukti yang berhasil diamankan justru meningkat, terutama sabu dan ekstasi
Pada 2016, barang bukti yang berhasil diamankan, yakni 265,82 kilogram ganja, 293,84 gram sabu serta 16,5 butir ekstasi. Sedangkan pada 2017, 684 gram ganja berhasil diamankan, lalu 3,3 kilogram sabu dan 1.433 pil ekstasi. Pada triwulan terakhir, Polrestro gencar memberantas para pengedar dengan barang bukti yang terbilang besar.

Sementara itu, dari serangkaian kasus yang mengalami penurunan tersebut, kejahatan siber menjadi satu-satunya yang meningkat. Dari tiga kasus di 2016, naik dua kali lipar menjadi enam kasus.

Dari keseluruhan kasus yang ditangani, Polrestro Bekasi Kabupaten berhasil menangkap 333 orang tersangka. “Ini menjadi prestasi dari kinerja bersama dan layak diapresiasi. Kami berharap, di 2018 ini bisa lebih menekan angka kriminalitas, minimal seperti di 2017,” tutup Candra. (dho)

Tags
Close