Cikarang

Jadi Langganan Banjir, AOB Pertanyakan Kinerja Bupati Bekasi

Radarbekasi.id, MUARAGEMBONG – Meski sudah puluhan tahun menjadi tempat langganan banjir, tapi warga Desa Pantai Harapan Jaya, Kabupaten Bekasi, yang terdiri dari tiga dusun serta ribuan Kepala Keluarga (KK) tidak mau pindah ke tempat lain dan membiasakan diri dengan kondisi tersebut.

Namun hingga saat ini, baik pemerintah daerah, provinsi maupun pusat belum juga mampu mengatasi persoalan banjir yang kerap dialami masyarakat itu.

”Kondisi banjir ini sudah langganan setiap tahunnya sejak tahun 2002 lalu. Untuk kali ini baru seminggu lebih warga terendam banjir, kalau sebelumnya bisa sampai sebulan lebih. Dan tahun lalu, sebulan lebih rumah kami terendam banjir,” kata salah satu warga Kampung Bagedor, Udin Akhdadi (37), Minggu (11/2).

Menurut Udin, kondisi banjir yang kerap melanda kampungnya, disebabkan luapan Kali Ciherang yang tidak ada tanggul. Dirinya berharap, untuk mencegah terjadinya banjir apabila hujan turun deras, Pemerintah Kabuoaten (Pemkab) Bekasi harus membuat tanggul.
”Salah satu penyebab wilayah kami sering terendam banjir, karena Kali Ciherang tidak ada tanggul untuk menahan air agar tidak meluber ke pemermukiman warga,” terang Udin.

Untuk diketahui, pada banjir kali ini, selain ribuan rumah warga yang terendam, juga ada empat Sekolah Dasar (SD) ikut terendam, sehingga para murid empat sekolah tersebut terpaksa diliburkan sementara sejak tiga hari lalu.

Dalam peristiwa banjiran yang melanda Desa Pantai Harapanjaya, Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, diminta untuk turun. Pasalnya, sejak sepekan lebih warga Kabupaten Bekasi ini terendam banjir, namun orang nomor satu di Kabupaten Bekasi yang memiliki kawasan industri terbesar se Asia Tenggara ini belum pernah turun untuk melihat kondisi warga yang sedang kesusahan, baik berupa bantuan maupun solusi penanganan banjir.

Ketua Aliansi Ormas Bekasi (AOB), Zainal yang turut memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir mendesak agar Bupati Bekasi turun melihat kondisi warganya. Kata dia, sebagai kepala daerah sudah sepatutnya melihat kondisi warga yang sedang kesusahan.

”Kondisi seperti ini kan sudah terjadi beberapa tahun, dan seharusnya kepala daerah turun. Paling tidak, selain memberikan bantuan, kepala daerah yang sudah dua periode ini punya solusi untuk mengatasi persoalan banjir yang setiap tahun dialami warganya,” imbuh Zainal.

Di tempat sama, Camat Muaragembong, Junaedi, mengklaim kondisi banjir yang melanda wilayahnya sudah ada perhatian dari pemerintah daerah. Kata dia, selain pengerasan dan peninggian jalan, terkait masalah tanggul yang diharapkan warga, itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi dan pusat. Dan untuk saat ini sedang dalam pembahasan serta pengajuan untuk diperbaiki.

”Masalah banjir, kami sudah memberikan perhatian, salah satu satunya bantuan konsumsi dan obat-obatan. Namun untuk masalah tanggul, kami upayakan berkomunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat,” janjinya. (and)

Tags
Close