Politik

Ditetapkan KPU, Petahana Wajib Cuti

Radarbekasi.id, BEKASI TIMUR – Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Didit Susilo mendesak Pelaksana tugas (Plt) wali kota segera mengisi kekosongan jabatan wali kota pasca penetapan paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Senin (12/2).

Menurutnya, masa jabatan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi berakhir 10 Maret 2018. Tapi karena sudah masuk tahapan Pilkada, masa cutinya sekaligus berakhir dengan masa bhaktinya, sebagaimana Permendagri Nomor 74 Tahun 2016, terkait pengajuan cuti di luar tanggungan negara.

“Tiga hari setelah penetapan calon oleh KPU Kota Bekasi, atau Rabu 15 Februari 2018, jabatan kepala daerah atau wali kota harus diisi oleh Pelaksana tugas (Plt),” jelasnya.

Plt Wali Kota Bekasi, imbuh Didit, akan diisi oleh Pejabat Tinggi Pratama dari Provinsi Jawa Barat, sebagaimana ketentuan perundang-undangan. C“Sesuai perundang- undangan menjadi domain Gubernur Jabar seijin Mendagri,” papar Didit.

Menurutnya saat ini ada tujuh Pllt se-Jabar yang harus diisi. 18 petahana kepala daerah dan wakil kepala daerah yang maju Pilkada. Delapan bupati, yaitu Kab Tasikmalaya, Kuningan, Cirebon, Subang, Garut, Sumedang, Ciamis dan Purwakarta. Tiga orang Wakil Bupati yaitu Garut, Majalengka dan Ciamis. Lima orang wali kota, Kota Bekasi, Bogor, Banjar, Bandung dan Cirebon. Tiga orang wakil wali kota yaitu Kota Bekasi, Sukabumi dan Bandung.

“Saya dengar Plt Wali Kota Bekasi akan diisi oleh salah satu kepala dinas dari Provinsi Jabar,” sambungnya.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji mengatakan, proses cuti baik Wali Kota Bekasi maupun Wakil Wali Kota Bekasi diberlakukan usai penetapan calon Wali kota/Wakil Wali kota Bekasi oleh KPU.

“Begitu selesai penetapan, keduanya langsung cuti,” katanya. (sar)

Tags
Close