Berita UtamaCikarang

Pendataan Warga Miskin Lambat

Radarbekasi.id, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sudah melakukan pendataan dalam satu data base warga miskin di 23 kecamatan. Dan hingga saat ini, yang baru terdata baru 21 ribu warga.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi, Abdillah Majid menjelaskan, proses pendataan warga miskin masih berjalan serta terverifikasi. Kata dia, adapun masyarakat yang masuk kategori miskin, dari hasil kajian tim terdiri dari enam indikator.

Dari enam indikator tersebut, diantaranya, rumah warga masih bilik, beralaskan tanah, penghasilan tidak sampai Rp200 ribu, tidak memiliki pekerjaan tetap, tidak memiliki barang mewah yang bisa dijual cepat, dan listrik bersubsidi.

“Memang untuk data base warga miskin belum semua terdata, dan belum lama ini kami baru saja menerima data sebanyak delapan ribu warga miskin. Karena belum diverifikasi, jadi belum dimasukkan menjadi data base orang miskin,” bebernya.

Lanjut Abdillah, dari 21 ribu yang sudah terdata, pihaknya tidak memungkiri angka tersebut bakal nambah lagi. Namun demikian masih dalam pendataan dari tim yang sudah dibentuk oleh Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin.

“Jadi fungsi data ini nantinya sebagai upaya pemerintah untuk menanggulangi penanganan warga miskin. Adapun bantuan yang bakal diberikan, yakni berupa uang tunai, beras pra sejahtera, serta rutilahu, termasuk biaya kesehatan dan pendidikan,” terang Abdillah.

Ia menambahkan, selain itu untuk meningkatkan perekonomian warga miskin, pihaknya bakal memberikan pelatihan dan keterampilan serta peluang kerja melalui kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

“Jadi upaya yang kami lakukan tidak hanya memberikan bantuan saja, tapi juga membuka peluang kerja untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (and)

Related Articles

Back to top button