Cikarang

DPRD Soroti Gaji CS yang Tidak Manusiawi

Radarbekasi.id, CIKARANG PUSAT – Keberadaan Cleaning Service (CS) di sebuah perusahaan maupun perkantoran, seperti halnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sangat dibutuhkan. Namun tidak jarang, gaji para CS tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Bayangkan, mereka (CS) setiap hari membersihkan ruang kerja ataupun lingkungan perkantoran Pemkab Bekasi ini, hanya mendapatkan upah sebesar Rp500-Rp800 ribu per bulannya.

Salah seorang CS yang tidak ingin namanya ditulis karena takut ditegur ataupun dipecat, mengakui, dari sekitar 30 orang CS, setiap bulan menerima gaji dengan nominal berbeda beda.

Kata dia, ada yang menerima gaji Rp500 ribu per bulan, ada juga yang menerima gaji Rp800 ribu per bulannya.

“Dapet gajinya beda-beda. Pokoknya paling kecil itu Rp500 ribu dan paling besar Rp800 ribu,” bebernya saat ditemui di gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Selasa. (13/2).

Pria yang merupakan kelahiran Kabupaten Bekasi ini menjelaskan, selama ia bekerja hanya menerima gaji pokok, tidak pernah diberi makan apa lagi biaya untuk berobat seperti kartu Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Saya terpaksa menjalani pekerjaan ini, karena sulitnya lapangan kerja di Kabupaten Bekasi. Kalau tidak kerja, mau dikasih apa anak istri,” ucapnya lirih.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, salah satu pekerja CS ini terpaksa mencari kerja sambilan setelah pulang dari tempatnya bekerja di lingkungan Pemkab Bekasi sebagai CS.

“Begitu pulang, saya nyambi di luar, mulai dari kurir para pegawai, mencuci kendaraan, hingga ngojek. Dan untuk mencukupi makan siang, rekan-rekan kerjanya biasa mengumpulkan sisa-sisa makanan saat ada rapat kegiatan untuk dimakan

“Ada yang nyuruh nyuci mobil, disuruh beli ini dan itu, ngojekin. Ya lumayan dah buat nambah-nambahin buat orang rumah. Kadang begitu selesai rapat, banyak makanan sisa, jadi bisa makan gratis, habis tidak ada uang buat makan di kantin,” tuturnya.

Dengan kondisi tetsebut, dirinya berharap ada kenaikan gaji, termasuk jaminan kesehatan bagi para pekerja CS dan keluarga.

“Saya bukannya tidak bersyukur, namun berharap ada perhatian kepada kami yang bekerja setiap hari untuk menjaga kebersihan di lingkungan Pemkab Bekasi ini,” imbuhnya.

Salah satu penggerak Amanat Keresahan Masyarakat Bekasi (AKSI), Abdul Muhaimin menyayangkan kurangnya perhatian dari pihak ketiga yang mempekerjakan CS di lingkungan Pemkab Bekasi, dimana jauh dari kata sejahtera dan tanpa dibekali asuransi kesehatan seperti BPJS.

“Pejabat terkait di lingkungan Pemkab Bekasi harus mengevaluasi jasa pihak ketiga yang memberikan gaji kepada CS kurang manusiawi, apalagi tidak dibekali BPJS. Kami harapkan hal ini perlu diperjuangkan, sebab tanpa adanya CS, maka perkantoran Pemkab Bekasi kotornya seperti apa,” beber Abdul.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ranio mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengkritisi besaran gaji CS yang begitu kecil. Menurutnya, hal ini juga harus menjadi perhatian kepala daerah sebagaimana untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat.

“Kecilnya gaji CS itu sudah beberapa kali kami kritisi supaya ditingkatkan, Tapi hal ini sama sekali tidak ada perubahan. Dan setelah kami ketahui gaji CS masih kecil juga, kedepan kami akan panggil kembali dinas terkait yang bekerjasama dengan pihak ketiga,” tegas Ranio. (and)

Tags
Close