Pendidikan

Pelajar Bekasi Dilarang Valentinan

Radarbekasi.id, TAMBUN UTARA – Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran yang isinya larangan siswa merayakan hari Valentine atau hari kasih sayang yang jatuh pada 14 Februari.. Dalam surat edaran tertanggal 13 Februari 2018 nomor 800/1254.Disdik, melarang perayaan Valentine baik di dalam maupun di luar sekolah.

Keputusan itu diambil agar para pelajar terhindar dari kegiatan yang bertentangan dengan norma sosial dan budaya Indonesia.”Kami tegaskan kepada seluruh pelajar di Kota Bekasi baik dari tingkat SD, SMP dan SMA untuk tidak merayakan valentine,”kata kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie.

Ali mengaku, larangan tersebut bukan tanpa maksud. Ia mengatakan, maksud dari pelarangan ini adalah untuk membangun karakter para pelajar. Pihaknya berupaya menjaga para pelajar yang ada di Kota Bekasi tidak terlibat dalam kegiatan yang menyimpang dari norma agama, sosial, dan budaya.

“Imbauan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap maraknya aktivitas menyimpang di kalangan pelajar saat merayakan Valentine,” terangnya kepada Radar Bekasi.

Menurutnya, perayaan valentine tidak memberikan manfaat,”Jadi manfaatnya sesunggungnya tidak begitu banyak, karena itu condongnya kegiatan yang kadang-kadang justru kurang bagus,”tegasnya.

Dengan edaran ini, dinas pendidikan Kota Bekasi berharap kepada masyarakat, sekolah dan orang tua untuk menjaga putra-putrinya dari kegiatan-kegiatan negatif,”Jadi dengan surat edaran ini kita harapkan paling tidak masyarakat, sekolah dan orang tua bisa menjaga putra-putrinya,”harapnya.

Ketua Ikatan Osis Kota Bekasi (IKOSI) zona II, Akbar mengaku setuju dengan larangan yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Menurutnya, Valentine Day tidak mencerminkan budaya bangsa Indonesia sebagai Bangsa Timur. “Menurut sayana hari valentine tidak mencerminkan budaya kita sebagai orang timur,” ungkapnya.

Namun akbar menambahkan, bahwa surat larangan tersebut terkesan terlalu formal. Agar lebih mudah dipahami, menarik dan tidak mengandung unsur keterpaksaan menurutnya larangan tersebut dibuat dengan browsur atau pamphlet. “Alangkah lebih baiknya mungkin jangan lewat surat edaran karena terdengan sangat formal, lebih baik lewat browsur atau semacam pemflet yang menarik agar terlihat lebih santai dan mudah dipahami banyak orang. Dan mungkin tidak mengandung unsur keterpaksaan” imbuhnya

Tidak hanya di Kota Bekasi, sejumlah sekolah di kabupaten Bekasi juga melarang anak didiknya merayakan valentine. Kepala SMA Negeri 1 Tambun Utara, Matroji mengaku telah memberikan himbauan juga anak didiknya.Karena, menurut Matroji, valenine day sangat melanggar norma yang ada.

“Hari kasih sayang? Kasih sayang kita rayakan dalam tanggal 14 Febuari? Nggak bisa. Kasih sayang kita kan setiap hari untuk keluarga terutama. Itu budaya barat, jangan kita ikut-ikutan ke Indonesia ini,” tegas Matroji kepada Radar Bekasi, Selasa (13/2).

Senada juga disampaikan oleh Kepala SMPN 1 Cibitung Sani Palestina Samosir. Dia juga mengkritisi tentang perayaan Valentine Day,”Ngga mau. Saya bertentangan dengan perayaan Valentine. Karena itu bukan budaya Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu sebelumnya, Dinas Pandidikan Provinsi Jawa Barat (Jabar), menerbitkan surat edaran perihal larangan perayayaan Valentine Day atau hari kasih sayang. Surat bernomor 430/7618-Set.Disdik tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) seluruh Kabupaten dan Kota di Jabar.

Dalam isi surat edaran itu, Kepala Disdik Jabar Ahmad Hadadi, menjelaskan pelarangan Valentine Day untuk membangun karakter peserta didik terhindar dari kegiatan yang bertentangan dengan norma, agama, sosial dan budaya. (cr37/cr38)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker