Olahraga

Atlet Nasional Jajal Sirkuit Grandwisata

Sirkuit Masih Bergelombang

Radarbekasi.id, TAMBUN SELATAN – Atlet nasional sepatu roda, Aisha Karimawati (30) menjajal sirkuit baru milik Kabupaten Bekasi yang teletak di Grandwisata, Desa Lambangsari, Tambun Selatan.

Atlet senior yang tercatat memeperkuat DKI Jakarta di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIXJawa Barat 2016 ini menilai, sirkuit baru tersebut perlu ada penyempurnaan. Diakuinya, tiap sirkuit memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Hampir semua sirkuit ada minusnya. Bergelombang, disini memang ada beberapa bagian. Namun tinggal disempurnakan. Tapi bila disebut se Indonesia, disini paling bagus,” ujar Aisha, disela istirahat, disekitaran Sirkuit, Minggu (18/2).

Selain dari segi fisik sirkuit, hal lainnya yakni sensor. Jika bisa dimaksimalan sensor garis star dan finish bisa diaktifkan untuk memenuhi standar Internasional.

“Sensor ada di finish dan star. Kalau di kita biasanya gak pake transponder ada kelemahan. Kebanyakan digunakan oleh (cabor) sepeda dan motor. Karena banyak atlet yang terkena pengurangan waktu sebelum star berjalan. Kalau mengacu sensor, mendingan mengacu keluar (internasional),” katanya.

Secara keseluruhan, terang Aisha, untuk sirkuit tersebut masih belum di lapisi lapisan terakhir. Jika dilakukan penyempurnaan, gelombang yang masih terasa dibeberapa landasan bisa diatasi.

“Secara umum itu yang saya rasakan. Jujur saja, bila melihat perbandingan ini. Sirkuit disini bisa menjadi sasaran tiap atlet nasional yang ada di Indonesia. Ini sirkuit, hanya bisa ditemukan di luar, sekarang ada disini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kabupaten Bekasi, Oster Rumahorbo, saat dikonfirmasi Radar Bekasi, mengakui bahwa saat ini pihaknya masih belum melakukan finishing di bagian landasan sirkuit.

Baginya, dalam proses pelaksaanaan fnishing nanti memerlukan dukungan cahaya matahari selama enam hingga delapan jam lamanya.

“Kita memang belum melakukan finishing akhir. Finishing ini, merupakan lapisan ke tiga atau terakhir. Mungkin, hanya di sirkuit kita yang memakai itu di indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, pengujian sirkuit yang dilakukan oleh atlet profesional saat ini, bisa menjadi penyempurnaan. “Iya, saya sudah komunikasi langsung. Beberapa memang masih dirasakan, seperti gelombang. Namun, itu hanya sebagian dan bisa diantisipasi dengan finishing. Secara umum, kata mereka sudah sejajar dengan sirkuit internasioal,” tandasnya. (dan)

Tags
Close