Pendidikan

Belasan Sekolah Langganan Banjir

Radarbekasi.id, KOTA BEKASI – Sejumlah sekolah di Kota Bekasi, kerap menjadi langganan banjir jika turun hujan. Kondisi ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu. Bahkan tidak jarang, pihak sekolah menghentikan KBM dan memulangkan anak didiknya lebih awal.

Kondidi ini di akui oleh wakil watua satuan petugas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Karsono. Menurutnya, letak topograsi sekolah yag rendah serta saluran drainase tidak berfungsi dengan baik, menjadi salah satu penyebab sekolah di Kota Bekasi kerap terandam air.

“Apabila hujan intensitas tinggi dan lama, pasti banyak sekolah yang terendam. Seperti hujan deras pada kamis (15/2) lalu, sedikitnya ada 15 sekolah di Kota Bekasi yang terendam air,”katanya kepada Radar Bekasi, minggu (18/2).

Dia menjelaskan, sejulah sekolah yang terkena banjir mayoritas berada diwilayah dataran sendah,”Di Kecamatan Rawa lumbu ada 2 Sekolah, Pondok Hijau 1 Sekolah, Duren jaya 1 Sekolah, Perumnas III 1 Sekolah, Harapan Baru 2 Sekolah, Kali Baru 1 Sekolah, Pekayon 1 Sekolah, Bintara 1 ada 3 Sekolah yang terletak dalam satu halaman gedung, Bintara 8 ada 1 Sekolah,” jelasnya.

Menurutnya, bencana banjir yang terjadi di beberapa sekolah berdampak secara psikologis bagi siswa. “Banjir yang menggenangi sekolah, pasti akan mengganggu psikologis siswa,”imbunnya.

Sementara itu Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) Aditya menambahkan, Sekolah Dasar Negeri 1 Pekayon dalm kondisi yang membahayakan bagi peserta didik dikarenakan tebing yang hampir rubuh. Dia berharap agar segera ada penanganan dari pemerintah daerah.“SDN 1 Pekayon tebing hampir rubuh. Kami berharap sgera ada pembenahan” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzi menganggapi sekolah yang terdampak bajir dengan tenang. Menurutnya, para guru beserta staff disetiap sekolah sudah mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika bencana banjir. “Rekan-rekan dilapangan sudah tahu apa yang harus dilakukan ketika banjir terjadi,” ujarnya.

Dia mengaku, pihaknya perlu koordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan perbaikan sekolah,“Untuk perbaikan kita harus koordinasi dengan dinas-dinas terkait seperti Lingkungan Hidup dan PUPR” tuturnya.

Pantauan Radar Bekasi, hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi pada Kamis (15/2) lalu, menyebabkan sejumlah sekolah terendam air. Diantaranya SMK Karya Guna 1, SMP PGRI dan SDN Margahayu XIII.

Kepala Sekolah SDSN Margahayu XIII R. Fauzi mengaku, terpaksa memulangkan anak didiknya lebih cepa untuk siswa yang masuk siang,”Kalau snggak dipulangkan, nanti kasian yang akan menjemput siswa,”katanya.

Dia mengaku, sekolah yang dipimpinya kerap menjadi langganan banjir. Sejak du atahun terakhir, lanjutya, sudah 19 kali kebanjiran,”Kita punya tiga sumur resalan, namun tidak bisa menampung debit air yang banyak,”tegasnya.

Dia mengaku sudah ada rencana untuk melakukan perbaikan sekolah supaya tidak terdampak banjir setiap musim. Dia berharap rencana itu bisa terealisasi pada tahun anggaran 2018, karena banjir yang datang disaat musim penghujan menyebabkan terganggunya kegiatan belajar mengajar (KBM). “Kan ada anggaran 2018 juga. Semoga tahun ini bisa terlealisasi,”tandasnya. (cr38)

Tags
Close