Pendidikan

Workshop Kompetensi Humas FKSB Unisma Bekasi

Gandeng Perhumas dan LSPPRI, Setiap Mahasiswa Wajib Bersertifikat

Radarbekasi.id, BEKASI – Siapa pun bisa menjadi seorang Public Relations (PR) atau Humas, namun belum tentu memilki kompetensi sebagai Humas yang mumpuni.Demikian ditegaskan Sekertaris Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Anggia Bahana Putri.Dia menegaskan, setidaknya ada tujuh kompetensi yang mesti dikuasi oleh Junior Public Relations.

“Bagi Junior PR setidaknya ada tujuh kompetensi yang perlu dimiliki, yaitu mampu melaksanakan aktifitas protokoler, master of ceremony, menjalin hubungan dengan media, membuat materi ringkasan (briefing material), membuat dokumen kegiatan, melaksanakan spesial event kehumasan, dan melaksanakan program kemanusiaan,” ucap Anggia.

Anggia menuturkan, lulusan S1 Public Relations diharapkan lebih diperbanyak dengan skill seperti event organizer dan kompetensi humas lainnya. Sehingga dengan adanya sertifikasi ini mampu menggali dan memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi Public Relations mereka. “Perbanyak praktik dilapangan,”imbuhnya.

Melalui workshop tersebut diharapkan mampu mensinergikan kompetensi Humas dilapangan dengan metode pembelajaran di kelas perkuliahan.

“Harapannya, dari diskusi hari ini mampu dituangkan dalam silabus perkuliahan, sehingga uji kompetensi Humas sinkron dengan cara pembelajaran yang diberikan di kampus,” tutur Dekan FKSB Unisma Bekasi, Endang S. Priatna.

Sejalan dengan hal itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Yudha Asmara mengaku, bahwa kedepan Lulusan Strata 1 (S1) kosentrasi Public Relations Ilmu Komunikasi Unisma Bekasi, selain harus memiliki sertifikasi Bahasa Inggris berupa TOEIC, maka juga akan didampingi dengan sertifikasi Profesi Humas.

Program Studi Ilmu Komunikasi, lanjutnya akan menjalin kerjasama dengan Perhimpunan Humas Indonesia dan Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relations Indonesia (LSPPRI) dalam menyelenggarakan sertifikasi profesi humas bagi mahasiswa Public Relations Ilmu Komunikasi. Dimana kompetensi yang dinilai adalah tujuh kompetensi di atas.

“Setelah acara hari ini, kami para dosen akan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan kompetensi humas di lapangan (industri),” tambah Yudha dalam sesi akhir acara. (*)

Tags
Close