Cikarang

Pelaku Tawuran Dipaksa Senior

Radarbekasi.id, TAMBUN SELATAN – Bentrokan antar pelajar yang terjadi di Tambun, akibat dendam lama yang belum terbalaskan. Pasalnya, kedua sekolah tersebut sering melakukan tawuran sebelumnya.

Akibat peristiwa itu, unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tambun, berhasil menangkap enam orang pelaku pengeroyokan terhadap anak di bawah umur.

Kapolsek Tambun, Kompol Rahmat Sujatmiko menuturkan, kejadiannya pada Rabu (14/2) sekitar pukul 20.30 WIB, saat itu Polsek Tambun mendapat laporan dari warga adanya tawuran pelajar SMK BKM 1 dan 2 dengan SMK Al-Muhajirin yang terjadi di Jalan Diponegoro yang mengakibatkan korban luka bacok satu orang dari SMK Al-Muhajirin.

“Motifnya saling ejek, dan sampai saat ini korban yang berinisial IH(16) masih di rawat di rumah sakit,” ucapnya saat saat gelar perkara, Senin (19/2).

Dari kejadian itu, lanjut Rahmat, pihaknya berhasil mengamankan 37 orang pelajar dari SMK BKM 1 dan berikut barang bukti dua bilah senjata tajam jenis clurit dan dua plat besi yang dibentuk menyerupai clurit.

“Dari hasil penyelidikan, kami menetapkan enam orang pelajar sebagai tersangka pelaku pengeroyokan, dan yang tidak terbukti ikut melakukan pengeroyokan, diberikan pembinaan lalu dikembalikan kepada orang tuanya dengan membuat surat pernyataan,” terang Rahmat.

Ditambahkan Rahmat, para tersangka diduga telah melakukan tindak pidana perbuatan kekerasan terhadap anak, atau dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang karena suruhan dari alumni.

“Pelajar ini dipaksa oleh senior (alumni) sekolah tersebut untuk melakukan tawuran,” ujarnya.

Sebagaimana dimaksud dalem pasal 80 ayat (2) UURI nomor 35 tahun 2014, tentang perubahaan atas Undang-undang no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, para tersangka dikenakan hukuman paling lama sembilan tahun penjara. (pra)

Tags
Close