Life Style

Pengembang Grand Kamala Lagoon Rugi Miliaran?

Radarbekasi.id, BEKASI SELATAN – PT PP Properti Tbk, selaku pengembang properti kawasan terpadu Grand Kamala Lagoon di Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan, mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat dibongkarnya mahkota kuning yang menghiasi jembatan Grand Kamala Bridge tersebut.

Pembongkaran mahkota kuning di atas jembatan yang membentang di atas tol Jakarta-Cikampek itu karena dianggap menghalangi proyek pembangunan Jakarta-Cikampek Elevated dan kereta cepat Jakarta Bandung.

Sekretaris Perusahan PT PP Properti, Tbk, Indaryanto mengatakan, mahkota kuning di jembatan Grand Kamala Bridge tidak mungkin untuk dipertahankan. Karena setelah pihaknya berkoordinasi dengan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) selaku kontraktor proyek kereta cepat Jakarta Bandung dan PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek selaku pemimpin proyek Jakarta Elevated Tol, bahwa keberadaan mahkota kuning itu menghalangi proses pembangunan proyek infrastruktur yang berada disisi utara dan selatan tol Jakarta Cikampek.

“Kereta cepat itu langsung dari Jakarta ke Bandung. Jadi tidak mungkin kami pertahankan, karena itu bisa menggangu,” ujar Indaryanto melalui sambungan selulernya, Senin (19/2).

Diakui Indaryanto, mahkota kuning yang disebut-sebut menjadi icon sekaligus pintu masuk proyek seluas 29 hektar itu, sudah dibongkar sejak empat bulan lalu. Akibat dibongkarnya mahkota kuning itu, anak perusahaan PT PP (Persero) ini merugi hingga miliaran rupiah.

“Memang biaya pembangunan mahkota kuning itu tidak terlalu besar, hanya sekitar Rp10 miliar. Kerugian kami hanya sebesar itu,” terangnya.

Saat ini, anak perusahaan BUMN itu mengganti icon proyek terpadunya di Kota Bekasi dengan “jembatan cinta” yang sudah selesai dibangun. Sementara, mahkota kuning yang telah dibongkar itu dipindahkan untuk dijadikan icon proyek properti serupa perusahaan di wilayah Jawa Timur.

“Mahkota kuning itu kami pindahkan ke proyek di Malang,” tuturnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Prasarana LRT Jabodetabek Kementrian Perhubungan, Jumardi, menegaskan bahwa keberadaan mahkota kuning itu tidak sampai menggangu proyek LRT. Namun hanya menggangu proyek Jakarta Cikampek Elevated dan kereta cepat Jakarta Bandung.

“Pondasi LRT itu tinggi, jadi tidak sampai menggangu pembangunan proyek LRT,” beber Jumardi. (oke)

Tags
Close