Olahraga

Bekasi Disebut Banyak Mutasi Atlet

Radarbekasi.id – Kota dan Kabupaten Bekasi disebut sebagai salah satu daerah yang banyak melakukan mutasi atlet jelang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII 2018 selain Kabupaten Bogor.

Informasi soal mutasi atlet Kota Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi memang menjadi bahasan. Namun, terang Anggota Tim Pokja Mutasi, KONI Jawa Barat Trio Arsefso, dalam mutasi atlet di masing- masing kota maupun kabupaten menyebar.

Saat ini proses verifikasi masih berjalan dan belum bisa di klaim Kota atau Kabupaten terbanyak mutasi atlet.

“Saya rasa mutasi itu menyebar juga sih, intinya setiap Kabupaten Kota itu, ada beberapa atlet yang mutasai antar kota kabupaten di jawa barat. Dari pokja itu, menginginkan setiap atlet yang pindah a itu harus memenuhi persayaraan yang sudah kita tetapkan sesuai aturan,” jelas Trio pada Radar Bekasi, Selasa (20/2).

Saat ini, pihak Pokja KONI Jabar, sudah melakukan verifikasi pada beberapa Kabupaten dan Kota. Hanya saja yang masih terkendala yakni tuan rumah Kabupaten Bogor.

“Kita coba verifikasi adalah kabupaten bogor dan ini kita tunggu secepatnya,” katanya.

Ketua Pokja Koni Jabar, Agus Salide, mengaku sejauh ini memang Kota Bekasi sudah membuka data secara mendetail.

“Artinya kalau berbicara data, hanya Kota Bekasi yang sudah membuka data secara detail. Kalau bicara kabupaten Bogor, saya sebagai pokja juga, belum melihat berapa banyak atlet yang pindah ke kabupaten bogor. Jadi saya belum berani menyatakan.” jelasnya.

“Untuk wilayah lain mungkin ada tapi tidak begitu, kita kan mengambil informasi dari semua cabang olahraga. Nah, kita lihat dari hasil bk kemarin seperti apa,” jelasnya.

Terkait kabar tersebut, Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Romli, mengaku kaget. Meski belum ada data pasti, namun dalam beberapa pertemuan, cabang olahraga di bawah naungannya kerap di sebut sebagai cabor yang paling tinggi dalam hal mutasi atlet.

“Kemarin- kemarin kita di katain. Nomisasi juga kita, kira- kira mutasi cabang apa ya, apa mungkin muay thai,” tanya Romli, saat dikonfirmasi Radar Bekasi, Selasa (20/2).

Dilai tempat, Ketua KONI Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan, menepis soal mutasi atlet terbanyak di Porda XIII Jawa Barat. Meskipun, dirinya tidak menampik bahwa ada atlet mutasi yang memperkuat sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) di Kota Bekasi.

“Gak bener itu, kita hitungan jari tangan. Cuma sebelas jari tangan,” ujar pria yang karib disapa Bang Yan.

Saat ditanya mengenai cabor yang diperkuat atlet luar, Yan dengan tegas menyatakan bahwa atlet mutasi tidak sebanyak Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi. Dirinya juga meminta agar pihak Pokja KONI Jabar tidak berbicara tanpa ada data yang jelas.

“Pertama gini, saya menampik lah kalau kota bekasi paling banyak sejabar dalam hal mutasi atlet porda. Itu tidak, apalagi sampai mengalahkan tuan rumah. Jadi itu bolehlah kita lihat, jangan sampai asal ngomong itu pihak pokja jabar,” tegasnya.

Ia mengaku, Kota Bekasi menerjunkan mayoritas atlet binaan. Dalam hal mutasi, lanjut Yan, dilakukan jauh- jauh hari sebelum tahapan porda berjalan.

“Kita, dari jauh hari setelah porda dari Kabupaten Bekasi (XII 2014), selalu mendidik atlet kita. Kita punya atlet sendiri dan memanfaatkan yang ada. Karena, pesan dari Pak Wali (Wali Kota) sendiri, kota bekasi harus atlet binaan semuanya, tanpa atlet yang lain. Kita juga gak ada anggaran untuk beli atlet,”pungkasnya. (dan)

Tags
Close