Metropolis

Dinkes Pastikan Pembayaran Tunggakan KS NIK

Radarbekasi.id – Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan semua rumah sakit swasta yang menjadi rekanan Kartu Sehat (KS) NIK, untuk membahas sejumlah kendala dalam hal pemaksimalan pelayanan kesehatan kepada warga Kota Bekasi, termasuk perihal pembayaran tagihan KS Bekasi.

Tanti, mengatakan, perihal utang KS Pemkot Bekasi ke semua Rumah Sakit swasta yang sebelumnya dikabarkan mencapai Rp 25 miliar untuk tahun 2017 saat ini sudah dalam tahap BAP dan sudah ditandatangani kedua belah pihak, oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Rumah Sakit Swasta terkait.

“Prinsipnya kita tidak ada permasalahan lagi, karena pada saat pertemuan itu, kita sudah melakukan penandatangan BAP. Artinya dengan adanya ini (BAP) kedua belah pihak sudah mengetahui bahwa ini (tagihan) akan segera kami bayarkan”, ucap Tanti, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (20/2).

“Jadi semuanya sudah clear, rumah sakit – rumah sakit pun dapat memahami itu”, jelasnya lagi.

Meski begitu, kata Tanti, sampai saat ini, dari total tagihan KS Bekasi yang nilainya mencapai Rp 25 miliar, Rp 21 miliar sudah di BAP dan sedang dalam proses pembayaran. Sedangkan sisanya, sekitar Rp 4 miliar masih diaudit oleh perivikator independen yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

“Kita tidak menjamin itu (tagihan 2017) Rp 25 miliar ya. Bisa saja itu kurang dan bisa saja itu lebih. Namun Rp 21 miliar telah diaudit sedangkan sisanya masih direkap. Tagihan ini juga bukan dibayarkan oleh kami (Dinkes) tetapi akan dibayarkan oleh Bank Jabar melalui Pemda atau Kas Pemda”, kata Tanti.

Oleh sebab itu, usai pembayaran sisa tagihan 2017 ini, Tanti menghimbau semua Rumah Sakit rekanan KS agar segera menyerahkan klaimnya lengkap dengan syarat-syarat yang telah disepakati. Pihaknya juga akan segera membuatkan surat edaran untuk itu.

“Jadi untuk bulan Januari 2018 ini, kami menghimbau semua rumah sakit swasta agar segera mengklaimkan penagihannya kepada kami lengkap dengan syaratnya. Agar tidak panjang lagi”, ucapnya.

Mengenai kabar adanya warga Kota Bekasi pengguna Kartu Sehat berbasis NIK yang ditolak oleh Rumah Sakit, Tanti meminta semua Rumah Sakit agar tidak menolak pasien pengguna KS. Tetapi kalaupun memang harus ditolak, Rumah Sakit harus bisa memberikan alasan detail.

Tanti juga menghimbau warga Kota Bekasi agar memanfaatkan keberadaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dilingkungan masing-masing untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di tingkat dasar.

“Tetapi jika memang diperlukan penindakan lanjutan, seperti dokter spesialis, rawat inap dan rawat jalan, maka silahkan berkunjung ke Rumah Sakit”, ucapnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi Irwan Heriyanto mengatakan, pembayaran tunggakan KS NIK dalam proses. Kata Irwan, keterlambatan pembayaran tagihan pasien KS Bekasi karena terkendala beberapa proses.

“Ada beberapa proses yang harus di selesaikan dari masing masing RS dan Dinkes terkait kecepatan, menyamakan verifikasi data klaim pasien. Tetapi semua sudah dalam proses penyelesaian buat semua rumah sakit swasta se Kota Bekasi,” pungkas Irwan. (pay)

Tags
Close