Pendidikan

Dorong Aturan Perlindungan Guru

Radarbekasi.id – Maraknya aksi kekerasan yang diamali oleh guru belakangan ini, membuat perhatian masyarakat. Rencana perancangan aturan tentang etika guru dan murid oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) disambut baik oleh guru di Kota Bekasi.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Bekasi, Kamijan mengatakan bahwa sampai dengan saat ini belum ada atura yang jelas tentang perlindungan guru. “Sebetulnya belum ada, bahkan perlindungan guru itu juga belum ada,” ujarnya.

Dia mengaku menyambut baik dan merasa perlu dibentuknya aturan yang memperkuat perlindungan guru yang selama ini dirasa tidak ada. “Nah kalau memang pemerintah mau ada aturan yang memperkuat perlindungan guru sebetulnya bagus banget,” ujarnya.

Kamijan megaku, sudah dua decade mengajar di SMPN 1 Kota Bekasi dan mengalami zaman belum adanya aturan Hak Sasi Manusia hingga saat ini. “Saya mengalami disini dua decade atau dua zaman, zaman yang belum ada aturan HAM sekitar tahun 1984 –19 86. Tapi setelah ada peraturan HAM, disitulah guru mengerem itu betul. Karena sedikit-sedikit anak apa yang dialami masuk laporan orangtua. Orang tua menyikapinya berbeda-beda ada yang menerima ada yang tidak menerima,” terangnya.

Sebagai guru, ia menilai bahwa ketertiban para siswa jauh berbeda dengan saat ini ketika aturan sudah semakin bagus. Aturan HAM yang membelenggu guru untuk bertindak terhadap siswa membuat para guru menahan tindakan dalam memberikan sanksi terhadap siswa.

“Dulu itu lebih tertib meskipun belum ada aturan, dan guru pun dalam memberikan sanksi masih bagus. Sekarang kita mau nyolek aja mikir sepuluh kali. Kita kebingungan juga dengan aturan yang sedikit-sedikit HAM,” ujarnya.

Selama ini, pihaknya telah melakukan antisipasi untuk menjaga keharmonisan hubungan antara guru dengan siswa dan orang tua siswa yakni dengan memberikan perhatian khusus kepada setiap siswa yang dianggap memiliki keistimewaan dalam tingkah laku.

“Saya selalu antisipasi setiap hari terutama kepada anak yang punya keistimewaan kita tarik terlebih dulu bekerjasama dengan guru BK. Dan memang masalah siswa bermacam-macam mulai dari orang tua, lingkungan,” imbuhnya. (cr38)

Tags
Close