Berita UtamaCikarang

Pelaku Arisol Mamah Yona Terancam 20 Tahun Penjara

Radarbekasi.id – Korban penipuan arisan daring (online) Mama Yona melalui akun facebook yang melapor ke Porles Metro Bekasi sudah mencapai 26 orang. Dari puluhan korban tersebut, nilai kerugian ditaksir sudah mencapai Rp1,4 miliar.

Korban mentransfer secara bertahap ke pelaku. Nilai transfer bervariatif, mulai dari Rp20 juta hingga Rp500 juta.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara mengatakan, korban yang melapor mengaku tidak pernah mendapat keuntungan, padahal, saat mengikuti arisan daring tersebut korban dijanjikan keuntungan hingga 50 persen setiap 10 hari.

“Yang melapor ke kami sampai saat ini belum ada yang mendapat keuntungan. Setelah ditunggu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tidak ada juga keuntungannya, sehingga para korban melaporkan pelaku,” katanya saat gelar perkara di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (20/2).

Dijelaskan Candra, korban penipuan berkedok arisan daring ini tidak hanya berasal dari Bekasi, tapi juga tersebar di berbagai daerah di luar Pulau Jawa.

“Korban ada yang dari Batam, Sumatera Utara, Jogjakarta hingga Papua. Kalau korban dari luar negeri sampai saat ini belum ada yang melapor ke kami. Tapi kami sudah buka krisis center untuk korban yang ingin melapor,” bebernya.

Hingga saat ini, polisi baru menetapkan satu orang tersangka dari kasus penipuan arisan daring dengan tersangka bernama Desy Chrisna Yulyani Sitanggang (25), sekaligus pemilik akun facebook Arisol Mama Yona.

“Tersangka dijerat pasal berlapis, yaitu UU ITE pasal 378 KUHP, pasal 372 KUHP dan Undang-Undang tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Ancamannya penjara paling lama 20 tahun dan atau denda paling banyak Rp10 miliar,” terang Candra.

Tersangka penipuan arisan daring, Desy memiliki 3.000 follower di akun facebook Arisol Mama Yona. Namun dari jumlah itu, sekitar 300 member yang aktif, dan 250 member diantaranya menjadi peserta arisan daring.

Dari 250 peserta arisan daring tersebut, baru 26 orang diantaranya melapor ke Polres Metro Bekasi. Hasil inventarisir kerugian dari korban yang sudah melapor sebanyak Rp1,4 miliar.

Modus yang digunakan, yakni dengan cara mengupload berbagai keberhasilan usaha pelaku di akun facebook Arisol Mama Yona. Follower akun facebook itupun percaya, sehingga ikut dalam arisan daring tersebut.

“Mereka (korban) diyakinkan dengan tampilan facebook tesangka. Jadi seolah-olah tersangka ini pengusaha yang sukses. Pelaku juga mengaku memiliki investasi logam mulia, tapi setelah kita dalami ternyata tidak ada,” ucap Candra.

Follower yang menjadi member arisan online ini juga diiming-imingi keuntungan hingga 80 persen dari setiap uang yang disetor. Keuntungan itu dijanjikan akan diberikan setiap 10 hari setelah penyetoran.

“Tapi setelah ditunggu hingga berbulan-bulan, korban tidak juga mendapat keuntungan. Mereka (korban) yang transfer bervariatif, bahkan ada yang sampai Rp500 juta dilakukan secara bertahap,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, lanjut Candra, pelaku sebelumnya pernah mengikuti arisan daring. Bermodalkan pengalaman tersebut, ia membuat sendiri grup arisan daring di facebook dengan akun Arisol Mama Yona sejak Agustus 2017.

“Awalnya memang arisan daring, tapi karena ada peserta yang tidak mengembalikan uang, maka ia harus mengganti kerugian korban,” tukasnya.

Salah satu korban tidak mau disebutkan namanya, berharap uangnya dikembalikan dan pelaku dipenjara. “Saya kesini mau lihat tersangka (DS) dipenjara, karena saya sudah rugi hingga ratusan juta,” cetusnya. (pra)

Tags
Close