Pendidikan

Perjuangan Siswa Muaragembong ke Sekolah (2)

Pinjam Uang, Kepsek dan Guru Jaminkan Gaji

Radarbekasi.id – Pada 2001, lanjut Abdul, sekolah sebenarnya sudah memiliki sebuah perahu yang merupakan hibah dari seorang warga Muara Gembong. Namun, karena lama tak digunakan perahu hibah yang juga bernama “Anugerah” tersebut kondisinya tak terlalu baik meski tak bisa dikatakan buruk.

Pada 2009, ketika Abdul menjabat sebagai kepala sekolah, dia kemudian berkeinginan agar sekolah memiliki perahu baru. Membuat perahu baru tentu butuh biaya. Para orangtua murid dan komite sekolah kemudian patungan dan terkumpul uang sebesar Rp1,7 juta.

Namun, uang tersebut masih amat jauh dari cukup karena dana yang dibutuhkan untuk membuat sebuah perahu sebesar Rp150 juta. “Dananya kurang, kami pinjam ke koperasi guru Muara Gembong. Jaminannya gaji saya dan para guru di sini. Kita akhirnya pinjam dana, tapi bertahap peminjamannya,” kata Abdul.

Dengan pinjaman dari koperasi itu, perahu “Anugerah” yang kedua selesai dibangun pada 2010. Dan dengan mengandalkan uang yang dibayarkan siswa setiap kali menggunakan perahu, SD 02 Pantai Bahagia bisa mengembalikan uang pinjaman dari koperasi pada 2015.

Meski terbilang baru, perahu ini bukan sama sekali tak bermasalah. Abdul mengingat setidaknya dua kali perahu jemputan itu mogok. Akibatnya beberapa siswa dan siswi tak bisa berangkat ke sekolah karena tidak ada transportasi yang membawa mereka.

“Ketika perahu mogok, mereka jadi bingung, pasti jadi kesulitan. Makanya kemarin dua kali mogok, beberapa siswa enggak bisa sekolah,” katanya kepada Radar Bekasi.

Dengan kondisi seperti ini, Abdul mengatakan dia berharap adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya untuk sarana transportasi para siswa. “Kami berharap untuk kelancaran pendidikan khususnya di SD 02 Pantai Bahagia, kalaulah ada dana yang mungkin diarahkan ke angkutan sekolah untuk siswa,” kata Abdul penuh harap.

Hingga akses jalan terbangun atau bantuan Pemkab Bekasi tiba, maka “Anugerah” tetap akan menjalankan tugasnya mengantarkan anak-anak Muara Gembong menuntut ilmu. Para siswa biasanya berangkat dari Pantai Muara pukul 05.30 WIB dan tiba di sekolah sekitar pukul 07.30 WIB sampai 08.00 WIB yang berjarak sekitar lima kilometer.

Tak semua siswa harus menunggu perahu di dermaga. Beberapa dari mereka yang kediamannya berada tepat di tepi sungai bahkan tak perlu jauh-jauh meninggalkan rumah. Sebab, perahu itu bersedia mampir dan langsung menjemput para siswa tersebut di depan kediaman mereka.(bersambung)

Tags
Close