Olahraga

Porserosi Kabupaten Tawarkan Venue Baru

Usulkan Tuan Rumah Porda XIII 2018

Radarbekasi.id – Dengan hadirnya venue baru membuat Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kabupaten Bekasi, berkeinginan menjadi tuan rumah pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII 2018, Jawa Barat.

Venue sepatu roda milik Kabupaten Bekasi yang terletak di Desa Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan itu, dinilai lebih laik dibandingkan beberapa sirkuit di Jawa Barat.

Ketua Umum Perserosi Kabupaten Bekasi, Oster Rumahorbo menyatakan, pelakasanaan Porda taun 2018 ini sebagai persiapan Jawa Barat menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua.

Setidaknya, kata dia. pihak panitia Porda, memahami dua hal penting yaitu berkaitan dengan track dan juga suhu udara. Karena dua faktor tersebut dapat mempengaruhi atlet saat bertanding.

“Pertama, tracknya bila tidak memenuhi standar, jika track cepat kemudian terkena gelombang dan atlet terlempar ke luar. Diluar kan sudah bukan track nya lagi, jelas mengurangi nilai. Jika memang ingin mengejar track record daerah, maka itu yang harus diperhatikan (venue),” katanya.

Poin kedua, pelaksanaan PON di Papua, dengan suhu yang reatif panas, sejatinya Kabupaten Bekasi cocok untuk tempat adaptasi atlet Jabar. Beda halnya jika dilakukan di Bandung dengan kondisi yang dingin.

“Kalau pun akan di Bandung iklimnya dingin, papua panas, kalau mengejar itu, harus mengejar kondisi wilayah yang iklim panas. Disini sesuai, dan saya sudah pastikan sirkuit disini bisa mengejar target PON. Tapi itu kembali lagi pada penyelenggara, kalau memang ada kepentingan lain, bukan jangkauan saya,” lanjutnya.

Sedikit melihat porda 2014 lalu, Saat Kabupaten Bekasi menjadi tuan tumah, Persoalan sirkuit memang menjadi yang terberat. Karena PON menjadi satu pertimbangan yang harus dihadapi Jawa Barat..

“Dulu pas kita tuan rumah, kan ada tiga yang ditawarkan saat belum ada venue. Pertama bekasi kota, karawang dan bandung. Kita pilih bandung kenapa, kota bekasi terlalu kecil. Karawang, tidak ada kemiringan di belokan. Lalu kita pilih bandung. Poisis sekarang kalau mau memecahkan Rekor nasional, ya disini (Kabupaten Bekasi),” katanya.

Terpisah dua atlet sepatu roda, nasional Aisha Karimawati (30) dan Latifa Hikmawati (27) menila sirkuit di Kabupaten Bekasi sudah memadai.

Latifa Hikmawati (27), atlet nasional yang sempat dua kali menyapu bersih empat medali emas di PON sebelumnya mengaku cukup sulit menemukan venue sepatu roda yang ideal.

“Dulu sih saya sampai keluar Indonesia agar bisa meraih target pon. Tapi, sekarang ada, mungkin bakal diincar atlet nasional juga, kemarin saya dari Bekasi, cek sirkuit. se Indonesia mungkin itu terbaik, dan layak banget,” katanya.

Lebih lanjut, saat dianyakan mengenai Sirkuit porda. Dirinya tidak menampikan, bila ingi mengejar hasil sempurna, lokasi yang memungkinkan masih Kabupaten Bekasi.

“Saya gak mau kalau ngebanding- bandingin. Cuma, itu yang saya rasain (laik), sama dengan kelas profesional di luar indonesia,” katanya.

Atlet nasional lainnya, Aisha Karimawati, menjelaskan, dengan venue porda yang sesuai, memungkinkan buat hasil nanti di PON Papua. Baginya, beberapa hal memang mesti diperhatikan, terutama saat berada disirkuit.

“Se kelas atlet PON, pasti sudah berpengalaman. Juga, dalam hal latihan pasti pilah- pilih sirkuit, dan pastinya, mereka tau mana yang sesuai untuk targetnya. Saya juga, sampai keluar indonesia,” tandasnya. (dan)

Tags
Close