Berita Utama

Soal KTP-EL, DPRD Kritisi Kinerja Disdukcapil

Radarbekasi.id – Untuk mengurangi angka pungutan liar (pungli) dalam pembuatan KTP-El, DPRD Kabupaten Bekasi akan mengawasi kinerja dinas-dinas terkait dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Daris. “Kalau ada indikasi pungli atau pelayanan yang tidak baik, kami akan sampaikan langsung ke bupati,” katanya saat ditemui usai melakukan sidak ke Diskucapil, belum lama ini.

Lanjut Daris, minggu ini pihaknya akan melakukan sidak ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bekasi, karena berkaitan dengan pembuatan KTP-El.

“Pada saat kami lakukan sidak ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), kata pegawai yang bertugas ada alat pembutan KTP-El rusak, tapi dari keterangan Diskominfo tidak ada peralatan yang rusak. Ini yang harus dicari tahu mana yang benar,” ujarnya.

Pasalnya, lanjut Daris, sudah banyak laporan dari masyarakat yang sudah melakukan perekaman, tapi selama sembilan bulan belum KTP-El nya belum juga selesai, dan warga sudah menghabiskan banyak biaya untuk ongkos bolak-balik ke Disdukcapil.

“Untuk masyarkat yang kurang mampu, ongkos bolak-balik mengurus KTP-El bisa digunakan untuk membeli beras. Dan kami akan panggil semua operator yang ada di 23 kecamatan,” janji Daris.

Salah satu warga Kecamatan Babelan, Herman (19) mengaku sudah dua kali datang ke kantor kecamatan untuk perekaman KTP-El, tapi jaringannya selalu luring (offline).

“Saya sudah menunggu antrian panjang dari pagi, begitu sudah mau giliran perekaman, jaringannya luring, dan pihak kecamatan juga tidak bisa memastikan kapan jaringan kembali berfungsi,” keluhnya.

Kasi Kependudukan Kecamatan Babelan, Tugina menjelaskan, kondisi jaringan yang sering luring memang menjadi salah satu faktor yang menghambat perekaman KTP-El jadi terhambat. (pra)

Tags
Close