Pendidikan

Mengintip Kegiatan Market Day di SD IT Baiturrahman

Belanja Pakai Uang Dinar, Sarana Pendidikan Wirausaha

Radarbekasi.id – SDIT yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Baiturrahman dan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), memiliki program untuk membentuk karakter siswa. Salah satu program yang buat yakni market day.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari jumat ini, merupakan salah satu kegiatan praktik siswa berwirausaha. Setiap siswa diberikan kebebasan membawa barang untuk di perjual belikan dengan temannya.

“Disini, siswa sebagai produsen.Mereka bawa dagangan apa lalu saja dijual kepada temennya. Kalau hari-hari biasa kantin buka, kalau hari jum’at kantin kita tutup jadi mereka bisa beli ke antar teman itu tadi,” ujar direktur SDIT Baiturrahman Tarmizi

Selain itu, program unik yang dilakukan oleh setiap SDIT termasuk SDIT Baiturrahman yakni sistim jual beli dengan menggunakan dinar. Tarmizi mengatakan penggunaan sistim dinar tersebut merupakan keinginan dari JSIT supaya peserta didik terhindar dari pengaruh luar.

Maka setiap orangtua memberikan jajan kepada anak-anaknya yang diberikan adalah dinar dengan cara orang tua menukarkan uangnya kesekolah. “Itu keinginan JSIT supaya mereka terhindar dari pengaruh luar. Jadi nanti orang tua ngasih jajannya berupa dinar gak boleh rupiah supaya anak-anak gak jajan diluar,” ujarnya.

Tarmizi menjelaskan, bahwa sekolahnya menekankan pada penanaman karakter kepada peserta didik, terutama di pagi hari. Untuk mengaktifkan syarafnya, siswa melakukan yel-yel dan shalat duha sebelum masuk kelas. Dia juga menuturkan selalu memberikan hadiah dan peringkat untuk anak-anak yang sering berbuat kebaikan.

“Kita menanamkan pendidikan karakter setiap hari, setelah itu mereka shalat duha. Kemudian berdialog dengan gurunya siapa yang tadi shalat subuhnya di masjid, membantu ibu dirumah. Nanti dapat hadiah minimal ditulis di papan diberi bintang ada yang bintangnya banyak ada yang sedikit. Kebaikan itu kan prestasi, prestasi itu gak selalu matematika,” ungkapnya.

Selain itu, komunikasi dengan orang tua siswa intens dilakukan oleh pihak sekolah. Hal ini untuk menyatukan presepsi, sehingga orang tua dapat pula mendidik anaknya dirumah sesuai dengan visi misi sekolah.

“Termasuk juga kepada orang tua murid, sasaran kita selain anak-anak juga orang tua murid. Ada program untuk orang tua khusus, misalnya pengajian bergantian dengan berkonsultasi dengan wali kelasnya. Supaya visi pendidikan tidak senjang sehingga dirumah juga bisa diterapkan,” imbuhnya. (*)

Related Articles

Back to top button