Cikarang

Tunggakan Pajak Hotel dan Restoran Capai Rp2 Miliar?

CIKARANG PUSAT – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi mencatat pajak yang tertunggak dari restoran dan hotel di 2017 mencapai sekitar Rp2 miliar. Pajak yang menjadi piutang tersebut ada yang belum dibayarkan sejak beberapa tahun lalu.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi, Juhandi menjelaskan, ada beberapa penyebab pajak restoran dan hotel tertunggak. Di antaranya usaha milik wajib pajak sudah tutup dan tidak tahu keberadaannya, ada juga  wajib pajak yang sedang mengumpulkan uang untuk melunasinya.

“Penunggak pajak itu akumulatif. Intinya, kalau kedaluwarsa piutang kami hitung lima tahun,” katanya saat, Senin (26/2).

Dijelaskan Juhandi, kalau ada penundaan bayar pajak, ada sanksinya. Cuma sanksi yang sudah kami jalankan itu berupa teguran, termasuk pentutupan usaha yang tidak bayar pajak dengan memasang stiker. Namun untuk pencabutan izin usaha belum kami lakukan,” terang Juhandi.

Lanjutnya, Bapenda tahun ini menargetkan penerimaan pajak dari hotel dan restoran sebesar Rp95 miliar. Target tersebut meningkat sekitar 1,27 persen dari tahun sebelumnya.

“Di 2017 lalu target pajak dari restoran dan hotel sebesar Rp93,8 miliar, terealisasi sebesar Rp110 miliar atau 118 persen,” bebernya.

Untuk memenuhi target itu, tambah Juhandi, pihaknya memberikan kemudahan dengan pembayaran pajak secara daring (online) mulai tahun ini. Itu untuk menghindari kontak langsung antara petugas pajak dengan wajib pajak.

“Upaya lainnya dengan penyempuraan Perda Pajak untuk memenuhi target realisasi penerimaan pajak,” teggasnya. (pra) 

Tags
Close