Berita Utama

Buruh Bekasi Protes Upah Sektoral Dihapuskan

Radarbekasi.id – Ribuan buruh melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Bekasi dengan tututan upah sektoral di Kabupaten Bekasi tidak dihapuskan. Dimana upah sektoral merupakan amanah Undang Undang sebagai hak serikat pekerja.

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Organisasi DPP FSPMI, Obon Tabroni kepada Radar Bekasi, Selasa (27/2). Menurut Obon, upah sektoral merupakan hak pekerja yang dihitung dari hasil keuntungan pengusaha.

Menurut Obon, para serikat buruh menganalogikan, apabila Aparatur Sipil Negara (ASN) sama saja dengan Tunjangan Daerah (Tunda) yang dihitung dari hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu, pihaknya sangat kecewa dengan adanya penghapusan upah sektoral yang menjadi pendapatan tambahan dari upah minimum yang sudah ditentukan.

”Kami harap Bupati Bekasi bisa menandatangani tuntutan para serikat buruh untuk tidak menghapuskan upah sektoral. Karena itu menjadi hak kami, sebab kalau Tunda ASN pasti juga bakalan seperti pekerja buruh,” tuturnya.

Dijelaskan Obon, setiap perusahaan memiliki target kerja yang berbeda serta beban kerja. Ia mencontohkan, perusahaan tekstil serta perusahaan makananan tidaklah sama dengan perusahaan elektronik dan otomotif yang memiliki resiko kerja.

”Setiap buruh itu kan ada target kerja, dan target itu kalau tercapai juga bisa menambah hasil bagi perusahaan dengan jumlah produksi dari capaian kerja. Sehingga menurut kami, sangatlah tidak adil ketika ada hak yang pekerja dihilangkan. Dimana upah sektoral ini sudah ada sejak tahun 2002,” beber Obon.

Lanjut Obon, jika proses mediasi tidak berhasil, maka pihaknya bakal melakukan aksi unjuk rasa lebih banyak lagi. ”Kami sangat meminta perhatian dari pemerintah, apabila tidak ada dukungan, ini patut dipertanyakan, sebenarnya pemerintah berpihak kepada masyarakat atau pemilik modal,” tegasnya. (and)

Tags
Close