Berita UtamaMetropolis

Andalkan EWS Antisipasi Banjir

BEKASI SELATAN – Pemkot Bekasi memantau Early Warning System (EWS) yang terdapat di aliran kali yang mengelilingi Kota Bekasi. EWS berguna untuk menginformasikan ketinggian air.

Wakil Ketua Satgas Penanggulangan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Karsono mengatakan, EWS terdapat di Kali Bekasi yang memiliki hulu Kali Cikeas dan Kali Cileungsi. Dan Kali Cakung serta Kali Bong dengan hulu di Kali Jatirahayu.

Dia menjelaskan, jika air Kali Cakung meluap maka yang terdampak adalah Perumahan Tamini dan Perumahan Dosen IKIP di Jatiasih. Sementara, jika Kali Bong limpas maka yang terdampak adalah Perumahan Nasio dan wilayah Kampung Sawah.

Jika terjadi luapan Kali Bekasi, imbasnya air dapat merendam Gang Mawar, Kartini, Bekasi Timur dan sejumlah perumahan di Kelurahan Bekasi Jaya.

Untuk memantau tinggi muka air di masing – masing kali, saat ini sudah terdapat tujuh Early Warning Sistem (EWS) dalam bentuk sensor. Alat tersebut akan memberikan sinyal jika tinggi muka air 80 sentimeter dan seterusnya. Sehingga, pihaknya mengetahui tinggi air tersebut.

Untuk di aliran Kali Bekasi, EWS sudah dipasang di hulu tepatnya di Kali Cileungsi, Babakan Madang dan Cibinong, Kabupaten Bogor. Untuk Kali Cikeas sudah dipasang di Warung Jambu, Kabupaten Bogor.

Selanjutnya, EWS juga dipasang di Pertemuan Kali Cikeas dan Kali Cileungsi (P2C) tepatnya di kompi 887 dan di Pondok Gede Permai (PGP) satu alat dan di Perumahan Pondok Mitra Lestari, Pekayon, Bekasi Selatan. Diskominfo Kota Bekasi juga memasang EWS di Perumahan Puri Gading dan Perumahan Candra Lama, Pondok Melati serta di Perumahan Duta Kranji, Bekasi Barat.

“Kalau di pintu P2C tingi muka air 300 sentimeter, maka kita akan membuka dua pintu air bagian atas di Bendung Bekasi. Kita kordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air. Tapi kalau ketinggian air 400 sentimeter maka akan dibuka bagian atas dan bagian bawah,” kata Karsono di Bekasi.

Ia menjelaskan, saat ini hanya dua pintu air di Bendung Bekasi yang dapat digunakan yaitu pintu satu dan pintu dua. “Pintu tiga yang rusak,” jelasnya.

Sekedar informasi, sepanjang Januari sampai Februari 2018, terdapat 18 titik banjir yang tersebar di lima dari 12 kecamatan se – Kota Bekasi yang juga menerpa 15 sekolah  dan satu rumah ibadah di Bekasi Timur.

Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta. Karena, selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan dua tanggul jebol. Pertama di Perumnas III, Bekasi Timur dan Pondok Sani, Medansatria.(neo)

Tags
Close