Berita UtamaPendidikan

SDN Tambun 06 Tanpa Perpustakaan

TAMBUN SELATAN – Kepedulian Pemerintah Kabupaten Bekasi terhadap kualitas pendidikan masih sangat minim. Kondisi ini dibuktikan dengan masih banyaknya sekolah di Kabupaten Bekasi yang belum memiliki perpustakaan sekolah, salah satunya yakni SDN Tambun 06.

Padahal, untuk menunjang kegiatan Belajar Mengajar (KBM), perpustakaan di sekolah wajib ada. Selain itu juga, pemerintah telah mendorong gerakan membaca 10 menit sebelum kegiatan KBM di mulai.

Salah seorang guru kelas VI di SDN Tambun 06 Turyati menjelaskan, keberadaan perpustakaan di sekolah dasar itu sangat penting untuk melengkapi pengetahuan para murid dalam proses belajar.

“Kita sangat berharap adanya perpustakaan di sekolah ini. Karena memang untuk menambah ilmu para murid juga. Untuk tempat atau lokasi perpustakaan, kita juga sudah siapkan disamping (samping ruang kelas VI). Karena disitu memang ada tanah kosong, ya tidak terlalu besar, yang penting kita ada perpustakaan,” harap wali kelas VI ini  saat ditemui Radar Bekasi, Kamis (1/3) pagi.

Di amengaku, sebelumnya  pihak sekolah sudah membicarakan hal terkait pengadaan ruang perpustakaan kepada Kepala Desa setempat. “Makanya kita kemarin mengajukan bantuan kepada pak kepala desa  untuk membantu membangun ruang perpustakaan,” tambah Turyati.

Perlu diketahui, rencana pengadaan perpustakaan di SDN Tambun 06 akan diposisikan disamping Mushola SD tersebut, yang luasnya sekitar enam kali enam meter persegi.

Sementara itu, Kepala Desa Tambun, Jaut Sarja Winata membernarkan adanya permohonan pengadaan ruang perpustakaan dari pihak SD Negeri Tambun 06.

“Kami atas nama pemerintah desa Insya Allah akan membantu proses pembangunan ruang perpustakaan SDN Tambun 06. Karena, kami mendukung pendidikan bagi masyarakat merupakan kewajiban kita bersama, dan kami atas pemerintah desa berkwajiban mendukung nya untuk kemajuan dunia pendidikan apa lagi ini ada di desa kami,” jelas Jaut.

Sementara itu, dalam waktu dekat SDN Tambun 06 juga akan melakukan akreditasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Sebab itu, kepala sekolah dan para guru pun harus bekerja lebih ‘ekstra’ untuk mengupayakan mendapatkan akreditasi sekolah dasar itu. (cr37)

Tags
Close