Berita Utama

Jembatan Gantung Maragembong ‘Mengancam’ Nyawa

MUARAGEMBONG – Keberadaan jembatan gantung di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, kondisinya mengkhawatirkan. Pasalnya, kontruksi jembatan dengan lebar sekitar satu meter dan panjang 70 meter tersebut sudah tidak laik di pakai. Kontruksi jembatan yang terbuat dari papan sebagian sudah rapuh dimakan usia.

Naasnya lagi, jembatan tua itu masih aktif digunakan warga sekitar untuk melakukan aktifitas. Padahal, jembatan yang berada di atas Sungai Citarum tersebut sengat membahayakan. Seorang warga setempat, Karman mengaku bingung saat ingin menyebrang Sungai Citarum. Karena, letak jembatan di sekitar Desa Pantai Bahagia itu sangatlah jauh, dengan jarak sekitr dua kilometer dari posisi jembatan gantung.

“Ya mau gimana lagi mas, orang disini juga cuma satu-satunya jembatan yang deket. Ada si (jembatan) lain, cuma disana, jauh banget, sekitar dua kilo. Kasian juga anak-anak kita kalo jalan kaki muter kesana, jauh banget,” keluh Karman (45) warga sekitar.

Jembatan yang menghubungkan Desa Pantai Bahagia dan Desa Pantai Bhakti tersebut sangat dikeluhkan oleh masyarakat sekitar. Karena, masyarakat sangat membutuhkan jembatan yang laik untuk dilalui wrga beraktifitas sehari-hari.

Menurut warga, sebagian besar para pedagang ikan dan para petani, yang setiap hari membawa hasil mereka selalu melalui jembatan gantung itu. Bahkan, mayoritas anak sekolah yang tinggal di Desa Pantai Bahagia kerap kali melintasi jembatan gantung tersebut saat pergi ke sekolah yang letak nya bersebrangan dengan Desa Pantai Bahagia

“Jembatannya cuma disini doang bang, ngga ada lagi. Saya juga sama temen-temen setiap hari lewat sini kalo berangkat sekolah sama pulang sekolah. Gapapa sih, jembatannya juga masih bisa buat jalan. Cuma agak takut aja, soalnya banyak yang bolong alasnya, takut nyebur doang mas,” tutur salah seorang pelajar,  Putri Sakinah (12).

Namun, jika  hujan deras mengguyur wilayah setempat, para pedagang, warga dan juga anak-anak sekolah terpaksa tidak bisa melakukan aktifitas kesehariannya, karena badan jembatan sangat berbahaya jika dilalui.

“Kalo ujan deres ya kita ngga berani lewat sini, soalnya licin juga mas disini. Emak saya ngga bolehin saya berangkat sekolah kalo ujan bener-bener deres banget. Takut saya nya kepleset katanya. Tapi bagusnya kalo pagi harang ujan, jadi masih bisa pulang kerumah,” tambah Putri.

Sementara itu, Kepala Desa Pantai Bahagia, Romli berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi agar jembatan tersebut segera diperbaiki. Mengingat kondisi jembatan tersebut sudah membentang selama 20 tahun. “Kita juga sama, berharap seperti Pak Camat. Biar Pemkab cepet-cepet mengurus jembatan tersebut,” singkat Romli.

Dia juga meminta pemerintah Kabupaten Bekasi  harus cekatan dalam mengambil sikap. Mengingat jembatan tersebut sangat membahayakan nyawa warga sekitar yang memaksakan harus melintasi jembatan tersebut. “Terutama untuk para anak-anak sekolah dasar yang melewati jembatan tersebut untuk pergi kesekolah setiap harinya,”tandasnya. (Cr37)

Close