Berita Utama

Kesejahteraan Guru Honorer Dikesampingkan

.TAMBUN SELATAN – Kesejahteraan para guru non-PNS, atau dikenal dengan sebutan honorer, memang cukup menyedihkan. Upah yang mereka terima, rata-rata jauh dari kelayakan.

Padahal, peran mereka untuk menyukseskan dunia pendidikan nasional sangatlah besar. Tak henti-hentinya, mereka kerap melakukan demo menuntut perbaikan nasib. Sayangnya, sampai kini nasib mereka masih dipenuhi ketidak pastian.

Salah satu contoh belum sejahteranya nasib guru honorer di Kabupaten Bekasi berada di SD Negeri Tambun 06, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Turyati, seorang guru yang juga walikelas VI di SD Negeri Tambun 06 saat ditemui Radar Bekasi mengeluhkan kesejahteraan para guru non-PNS yang jauh dari kata sejahtera.

“Kalau dibilang sejahtera, ya masih benar-benar jauh banget dari kata sejahtera. Ya kita ketahui juga masalah upah yang kita (Guru non PNS, Red) masih benar-benar kecil. Tapia apa daya, ini sudah tanggung jawab kita sebagai pengajar,” terang Turyati kepada Radar Bekasi, di kantor SDN Tambun 06.

Dirinya menambahkan, bahwa bukan lagi rahasia umum bahwa kesejahteraan guru yang berstatus non-PNS sangat terabaikan. “Kita ketahui lah gaji guru non PNS itu berapa. Sangat jauh lah (dari sejahtera),” tambahnya.

Naasnya lagi, para guru pun harus melakukan iuran ataupun menggunakan uang pribadi setiap melakukan kebutuhan perlengkapan sekolahan, misalnya foto copy, membeli perlengkapan ATK dan sebagainya.

“Seperti untuk keperluan foto copy menggunakan uang pribadi. Anak saya disini guru kelas III, sering dia mem-foto copy tugas-tugas menggunakan uang pribadinya, nggak ada gentian ataupun meminta balik dari pihak terkait. Itu semua karena kita semua ikhlas menjadi guru disni,” tuturnya prihatin.

Sekedar di ketahui, berdasarkan data Direktorat Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan pada tahun lalu, total jumlah guru 3.015.315. Jumlah itu terdiri dari 2.294.191 guru PNS dan guru tetap yayasan (GTY). Sisanya, sebanyak 721.124 merupakan merupakan guru tidak tetap atau honorer.

Indonesia sendiri berada di urutan paling ‘buncit’ dengan gaji berkisar pada Rp39 juta per tahun. Gaji guru PNS ada dalam rentang Rp1,5 juta hingga Rp5,6 juta, bergantung pada golongan kepegawaiannya.

Sementara itu, menurut Surat dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kepada Presiden RI, rata-rata penghasilan guru non-PNS beberapa tahun lalu adalah Rp 200-Rp700 ribu setiap bulannya. (Cr37)

 

Tags
Close