Berita Utama

KPU: Napi Boleh Pindah Domisili untuk Nyoblos

BEKASI TIMUR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi akan memfasilitasi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Bulak Kapal menggunakan hak pilihnya pada Pilkada serentak 2018.

Tercatat, ada sekitar 1200 warga binaan yang memiliki hak suara untuk Pilkada serentak nanti. ”Informasi dari Kalapas, saat ini ada sekitar 1200 pemilih,” kata komisioner KPU Kota Bekasi, Syafrudin.

KPU sendiri sudah melaksanakan pemeriksaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) tiap napi di LP Bulak Kapal.

Pemeriksaan NIK melibatkan Camat Bekasi Timur, Lurah Aren Jaya serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) setempat.

Ia menyampaikan, pemeriksaan guna dicocokan dengan data di setiap kelurahan Kota Bekasi. Jika datanya ada di kelurahan, maka salah satu dihapus, karena dinyatakan pindah domisili.

’’Untuk warga binaan yang belum memiliki KTP Elektronik, maka akan dibekali dengan surat keterangan (Suket),” imbuhnya.

Para napi itu nantinya akan menggunakan hak suaranya di tempat pemungutan suara terdekat dengan LP. ’’Mereka akan menggunakan hak suaranya di TPS yang kami sediakan,” ujarnya

Dijelaskannya, prosedur yang digunakan warga binaan untuk bisa mencoblos di Lembaga Pemasyarakatan adalah mempunyai formulir model A5-KWK atau formulir surat pindah memilih yang didapat dari PPS setempat.

Cara lain yang yang bisa digunakan untuk mendapatkan formulir Model A5-KWK adalah warga binaan berpesan pada keluarga yang sedang menjenguk untuk menguruskan surat kepindahan mencoblos yang ada di wilayah masing-masing.

’’Kami siap memfasilitasi perpindahan pemilihan jika nama dan alamat RT-RW warga binaan detail. Kami akan memberitahu pada panitia kami yang ada di wilayah untuk mencoret,” imbuhnya.  (sar)

Tags
Close