Berita Utama

Aptrindo Usulkan Pembangunan Terminal Barang

Radarbekasi.id – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengusulkan kepada pemerintah untuk merancang sistem logistik dengan membangun infrastruktur berupa depo (terminal barang) disetiap kawasan industri.

Usulan tersebut telah disampaikan oleh Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan, kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, disela sosialisasi penerapan kendaraan ganjil genap di Tol Bekasi Barat, Senin (5/3).

“Tadi kami sampaikan kepada pemerintah supaya bisa membangun sistem berupa depo untuk kontainer di kawasan industri, sehingga arus lalu lintas di dalam tol tidak terlalu padat,” ujar Tarigan.

Menurut Gemilang, jumlah terminal barang di kawasan industri masih sedikit. Di kawasan industri Kabupaten Bekasi saja, baru ada dua yakni berada di kawasan industri Jababeka (Cikarang Dry Port) dan kawasan industri MM 2100 yang telah beroperasi selama 24 jam.

Keberadaan terminal barang tersebut, jelas dia, dapat mengurangi jumlah kendaraan di dalam tol. Sebab, setiap kali jalan truk bisa mengangkut muatan barang pulang pergi dari pelabuhan Tanjung Priok ke pabrik di kawasan industri Kabupaten Bekasi dan sebaliknya.

Selama ini, lanjut dia, karena belum banyaknya terminal barang maka tidak semua truk bisa masuk ke terminal tersebut. Akibatnya, truk hanya dapat membawa muatan untuk setiap kali jalan.

“Kalau ada beberapa terminal barang, truk bisa pulang pergi bawa muatan barang. Jika pulang pergi bisa bawa muatan, otomatis jumlah truk yang beroperasi di dalam tol menjadi berkurang,” katanya.

Selain itu, keberadaan terminal barang juga dapat mempercepat proses pengiriman barang setiap perusahaan. Gemilang menyampaikan, usulan pembangunan depo tersebut baru disampaikannya pertama kali ini.

“Kami berharap usulan ini dapat direalisasikan,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menyambut baik usulan dari pelaku usaha truk tersebut.

“Nanti akan kami bicarakan lagi,” kata Luhut. (Oke)

Close