Jurnalisme Warga

Membentengi Karakter Anak

Oleh: Bondan Siti Perwanti, S.Pd. Guru SD Al Muslim Anggota KGPBR

Radarbekasi.id – Saat ini anak-anak lebih dekat dengan teknologi atau disebut juga melek teknologi. Melalui perkembangan teknologi, anak mampu menjelajahi dan mencari tahu apa yang belum anak ketahui dari yang bersiat pengetahuan sampai entertainment. Hal ini dibuktikan dengan berkembang pesatnya daya beli electronic gadget atau alat elektronik seperti gawai dan laptop. Dalam survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJJII), mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia hingga akhir tahun 2013 mencapai 71,19 juta orang, survei ini dilakukan pada 78 kabupaten/kota dan 33 provinsi. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan hasiil survei tahun 2012 yaitu sebanyak 63 juta orang. Itu berarti mengalami kenaikan sebanyak 13 persen, bahkan menurut survei, di Sulawesi Utara sudah 100% menggunakan Komputer dan Internet.

Pada anak usia sekolah (6-18 tahun) sudah dibekali gawai oleh kedua orang tuanya dengan tujuan agar siswa dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang tua mereka. Beberapa tugas siswa yang menggunakan jaringan internet untuk mencari bahan tugasnya juga menjadi alasan lain orang tua untuk membekali putra putri mereka gawai.

Menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan proses pembelajaran merupakan asumsi pedagogis yang mendasari desain teknologi informasi untuk tujuan pendidikan. Sebagai contoh, University of Maryland salah satu sekolah yang terdapat kelas berbasis elektronik yang memungkinkan kelompok siswa untuk bekerja sama saat berkomunikasi secara elektronik dan anonim (Alavi, 1994). Di Harvard Business School, sebuah program percontohan dilakukan di mana setiap kamar asrama siswa dilengkapi dengan jaringan komputer pribadi (Wi-Fi) yang digunakan untuk mempermudah siswa dalam mengakses berbagai macam hal melalui internet.

Dengan menggunakan jaringan yang terhubung ke sistem global, internet memberikan akses tak terbatas untuk informasi dan ilmu pengetahuan. Sedangkan R. William Maule berpendapat bahwa: “Internet online environments enable new and interesting media designs for the support of traditional learning.” Selain itu, internet juga memberikan keuntungan tidak hanya untuk peserta didik, tetapi juga untuk guru yang mengajar, seperti yang dikemukakan dalam World Computer Congres ke-19 yang diadakan di Chile pada tanggal 21-24 Agustus tahun 2006, “ …the use of Internet-based ICT promotes a set of benefits not only to students but also to teachers, providing means to enrich student-centred learning experiences.” Tujuan dari keuntungan ini adalah untuk memperkaya pengalaman pembelajaran yang berpusat pada siswa. Technology can beused to facilitate the display of information, to increase access to external explicit information, and to increase the sharing and construction of knowledge.

Selain itu gadget merupakan suatu alat teknologi yang saat ini berkembang pesat yang memiliki fungsi khusus diantaranya yaitu smartphone, I phone dan Blackberry. Gadget dengan berbagai aplikasi dapat menyajikan berbagai media sosial, sehingga seringkali disalahgunakan oleh siswa yang dapat berdampak buruk bagi nilai akademik atau tingkat prestasi mereka.

Dari pengertian di muka dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi sebagai salah satu program unggulan yang digunakan sebagai katalisator untuk transformasi proses pendidikan. Teknologi diciptakan untuk mempermudah aktivitas manusia sehari-hari. Teknologi informasi dan komputer sebagai salah satu wadah peningkatan motivasi siswa. Mata pelajaran komputer selalu ditunggu-tunggu oleh siswa karena pelajaran yang selalu praktik dan mampu mengasah keterampilan mereka. Internet didesain untuk mendukung pembelajaran tradisional (konvensional). Penggunaan teknologi informasi yang berlebihan dapat dihindari dengan pengontrolan secara ketat oleh orang tua agar manfaat teknologi informasi dapat dirasakan secara maksimal.

Maka di sinilah pendidikan karakter dibutuhkan. Pendidikan karakter di sekolah lebih banyak menanamkan nilai-nilai. Sarana lain dalam dunia pendidikan yang bisa dipakai untuk membantu menyebarluaskan ide atau gagasan tentang nilai-nilai, misalnya proses perencanaan kurikulum. Selain itu, untuk mempertajam pemahaman tentang nilai-nilai adalah dengan cara mengundang pembicara tamu dalam sebuah seminar, diskusi, publikasi, dan lain-lain untuk secara khusus membahas nilai-nilai utama yang dipilih sekolah dalam kerangka pendidikan karakter bagi anak didik mereka.

Pendidikan karakter di sekolah memerlukan prinsip-prinsip dasar yang mudah dimengerti dan dipahami oleh siswa dan setiap individu bekerja dalam lingkup pendidikan itu sendiri. Sekolah, menjadi tempat yang efektif bagi pembentukan individu sehingga mereka bertumbuh dengan baik di dalam lingkungan yang baik jika terdapat pendidikan karakter di dalamnya. Secara tidak langsung sekolah dapat memberikan pendidikan karakter dengan cara menciptakan sebuah lingkungan moral yang membantu setiap individu dalam lingkungan pendidikan agar semakin dapat menemukan individualitasna dan menghayati kebebasannya secara lebih penuh.

Pendidikan karakter mampu menjadi benteng kokoh bagi anak untuk menghadapi era globalisasi di mana anak mampu mengakses berbagai macam situs secara bebas. Anak yang sudah memiliki karakter secara tidak langsung juga memiliki pendirian sehingga tidak akan terjerumus mengikuti arus di era globalisasi ini.(*)

Close