Cikarang

Mengintip Operasi Keselamatan 2018

Kedepankan Tindakan Prefentif, Dorong Pengendara Tertib Lalulintas

CIKARANG UTARA – Operasi Keselamatan 2018, yang di laksanakan oleh Satuan Lalulintas (Satlantas) di jajaran Kepolisian Resort Metro (Polrestro) Bekasi mengedepankan tindakan prefemtif, seperti menyapa dan memberikan teguran terhadap pelanggar lalulintas.

Pelanggaran yang akan kena teguran dari anggota Satlantas diwarnai beberapa kesalahan kecil berlalulintas, seperti melawan arus, berboncengan lebih dari satu penumpang, menggunakan handphone saat berkendara, naik-turunkan penumpang disembarang tempat dan sebagainya.

“Pelanggaran akan disasarkan kepada pelanggar Seperti melawan arus, berboncengan lebih dari sati penumpang, menggunakan handphone saat berkendara, naik-turunkan penumpang disembarang tempat, parkir sembarang tempat, trotoar digunakan berdagang dan dialih fungsikan dan berhenti di TL melewati garis dan zebra cross,” jelas Kasat Lantas Polrestro Bekasi, AKBP Heru Purnomo kepada Radar Bekasi, Senin (5/3) kemarin.

Heru menjelaskan, bahwa operasi yang digelar lebih dari dua pekan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar tertib dalam berlalulintas dan memberitahu hak-hak dan kewajiban bagi para pengguna jalan lainnya.

“Operasi keselamatan ini bertujuan untuk mengajak tertib berlalulintas. Untuk (bisa) tertib, pengendara harus tahu hak dan kewajibanya dijalan apa saja. Padahal di situ ada hak orang lain yang dirampas (oleh pengendara lain),” tambah Heru

Perlu diketahui, operasi keselamatan ini sebelumnya dinamakan operasi simpatik, karena dalam melakukan operasi lalulintas kali ini, anggota satlantas lebih mengedepankan tindakan preemtif 80 persen dan preventif 20 persen.

“Makanya, oprasi ini yang dulu dinamakan ops simpatik, sekarang berubah nama dengan (nama) ops keselamatan jaya 2018. Dengan sasaran penindakan preemtif 80 persen, preventif 20 persen dan represif tidak ada,” tukasnya.

Untuk lokasi operasi keselamatan kali ini, lanjut Heru, pihaknya akan menaruh anggota di titik-titik yang terdapat keramaian. “Lokasi di beberapa titik truble spot, black spot tempat-tempat keramaian, sentra ekonomi, dan beberapa tempat yang di sinyalir sering terjadi pelanggaran lantas,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk mengawali hari pertama kegiatan operasi keselamatan ini, Kepala Unit Dikyasa, Iptu Suharmoyo melakukan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada para murid di SMK Bina Mitra Cikarang Timur. Kanit Dikyasa menjadi pembina upacara di SMK kemarin pagi. Setelah itu, Iptu Suharmoyo juga melakukan Binluh terhadap tukang ojek pangkalan (opang) dan ojek online (ojol), tukang becak serta beberapa juru parkir disekitaran Mall SGC.

“Operasi keselamatan jaya 2018, anggota Dikyasa Satlantas Polres Metro Bekasi diawali dengan kegiatan Binluh disekolah SMK Bina Mitra Cikarang Timur. (Setelah melakukan Binluh di sekolah), dilanjutkan Binluh kepada tukang ojek, tukan becak, dan tukang parkir, agar memarkirkan kendaraan dengan tertib dan tidak memakan badan jalan. Serta tidak menimbulkan kemacetan arus lalulintas didepan pasar Mall SGC,” tegas Kanit Dikyasa, Iptu Suharmoyo. (cr37)

Tags
Close