Berita Utama

ASN Gunakan Joki untuk Absen Disanksi Ringan?

Radarbekasi.id – Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD) akan memanggil bagian Unit Kepegawaian (Unpeg) disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait adanya Office Boy  (OB) di lingkungan Pemkab Bekasi yang menjadi joki absensi oknum Aparatur Sipil Negara (ASN)  yang sempat viral di media sosial (medsos) .

Sekretaris BKPPD Kabuoaten Bekasi, Hanief Zulkifli saat disambangi Radar Bekasi di ruang kerjanya menyampaikan terima kasih atas informasi dari masyarakat dan kalangan pers yang melakukan kontrol sosial, sehingga  pihaknya bisa melakukan perbaikan.

”Hal ini sudah menjadi pembahasan dengan pimpinan, yakni bupati dan pak sekda. Kami juga akan menyebarkan surat edaran kepada seluruh Unpeg OPD se Kabupaten Bekasi,” terang Hanief.

Lanjutnya, apabila memang benar terjadi penitipan absen yang dilakukan oleh oknum ASN, maka oknum tersebut bakal diberikan sanksi ringan yang mengacu pada PP no 53 tahun 2000 tentang kedisiplinan ASN.

”Terkait soal absensi, itu merupakan sanksi ringan berupa administrasi,” tuturnya.

Hanif menambahkan, pemberian sanksi kepada ASN harus mengacu pada PP kedisiplinan, mulai dari sanksi ringan hingga berat memiliki klasifikasi tertentu.

”Salah satu sanksi ringan adalah soal absensi dan keterlambatan, perselingkuhan sesama ASN merupakan sanksi sedang. Sementara ASN yang bersinggungan dengan hukum akibat penyalahgunaan wewenang, itu akan dikenakan sanksi berat,” ujarnya.

Menurut Hanif,  dengan kondisi tersebut, pihaknya bakal menjadwalkan setiap bulan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lingkungan OPD demi meningkatkan kualitas kerja dan kedisiplinan ASN dari segi tingkat kehadiran.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun Radar Bekasi dari salah satu sumber yang tak ingin disebutkan namanya, perilaku titip absen melalui joki OB sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan terjadi dibeberapa dinas.

”Itu memang benar, jadi caranya itu sudah disetting terlebih dahulu. Jari oknum ASN selaku penitip absen dibuat menggunakan silicon dan disesuaikan dengan jari  OB yang dijadikan sebagai joki. Ini bukan hanya tinggkat staf saja, oknum pejabat juga ada,” tutur salah satu OB kepada Radar Bekasi.

Bahkan, seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin tidak percaya adanya perilaku titip absen oleh anak buahnya disejumlah  OPD yang dipimpinnya.

”Kok bisa ya, itu kan finger print kenapa bisa ya, bagaimana caranya,” ujar Neneng bertanya saat diwawancarai Radar Bekasi, Senin (5/3).

Adanya dugaan praktik tercela berupa titip absensi, Neneng mengaku dirinya baru mengetahui. Ia mengatakan adanya informasi tersebut, dirinya belum percaya seratus persen terkait beredarnya video tersebut.

”Itu video akan kami cari tahu kebenarannya, kan orangnya sudah jelas itu siapa, jadi tinggal dicari dan ditanya. Saya akan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Pelatihan Pendidikan Daerah (BKPPD) untuk mencari kebenarannya, nanti kalau memang benar pastinya akan kami sanksi keras. Sebab hal ini telah menunjukan moral seorang ASN yang tidak baik,” tegasnya. (and)

Tags
Close