Cikarang

Jalan Tol Japek Tak Nyaman

Setiap Hari 140 Lubang Ditambal

Radarbekasi.id – Kondisi jalan tol Jakarta Cikampek (Japek) yang banyak berlubang dikeluhkan pengendara yang melintas dampak dari pembangunan Light Rail Transit (LRT) dan jalan tol layang Japek. Dimana hal tersebut membuat kenyamanan pengendara sangat tergangu.

Hal ini dikatakan salah satu pengguna jalan, Abdullah (36) kepada Radar Bekasi, Selasa (6/3). Menurutnya, dengan kondisi jalan berlubang serta retak, sangat berpotensi terjadinya kecelakaan dan membuat kendaraan rusak.

”Saya sangat setuju dengan pembangunan infrastruktur begitu pesat, tapi jangan sampai menganggu fasiltas yang sudah ada. Sehingga masyarakat selaku pengguna jalan tol Japek tidak terganggu, karena masuk tol ini kan bayar bukannya gratis, apalgi setiap tahun naik terus,” kritiknya.

Pria yang menggunakan kendaraan jenis sedan ini, juga mengeluhkan kondisi volume kendaraan yang begitu padat ditambah lagi jalan banyak yang berlubang.

”Saya harap hal ini harus menjadi perhatian dari pengelola jalan tol, sebab jika tol jalannya rusak, sangat berbahaya bagi pengendara. Selain itu, kendaraan juga cepat rusak, salah satunya ban, velg dan per kendaraan,” terangnya.

Pengendara lainnya, Bachtiar (32) menyamoaikan hal yang sama, dimana keberadaan truk-truk besar yang melintas di jalan tol tidak mengikuti aturan yang ada.

”Kenyamanan jalan tol perlu perhatian, selain kondisi jalan yang banyak berlubang, ditambah lagi truk besar tidak tertib saat berada di jalan tol, dan ini harus ditertibkan,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Humas Japek, Irwansyah mengakui, kondisi jalan tol Japek banyak yang rusak. Meski demikian, pihaknya sudah berupaya melakukan tambal sulam setiap harinya.

”Dengan jumlah kendaraan yang melintas cukup padat, menjadi salah satu faktor penyebab jalan cepat rusak. Tapi untuk mengatasi hal itu, kami turunkan delapan petugas untuk melakukan tambal sulam, baik dari arah Cikampek dan Jakarta,” ucapnya saat dihubungi Radar Bekasi, kemarin.

Terkait aturan kendaraan besar seperti truk, Irwansyah menegaskan, dilarang melintas hingga ke tengah jalur. Ia berkilah, untuk menertibkan para supir yang tidak mengikuti aturan, pihaknya sudah menurunkan tim patroli setiap harinya.

”Truk besar itu dilarang ke tengah jalur, apalagi berada di jalur kanan, dan untuk pengaturannya sudah kami siapkan patrol baik dari pihak Jasamarga maupun Patroli Jalan Raya (PJR) dari anggota kepolisian,” pungkasnya. (and)

Tags
Close