Cikarang

Merasa Dibohongi, Warga Protes Pembangunan Depo LRT

Radarbekasi.id – Proses mediasi yang antara warga Kampung Jati dengan pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait pembebasan untuk pembangunan stasiun atau Depo Light Rail Transit (LRT) di Kantor Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, tidak menemui titik terang,
Hal itu disampaikan salah seorang perwakilan warga Kampung Jati, Sondi Silalahi, usai proses mediasi selesai.

Menurut Sondi, bisa tidak adanya kesepakatan dalem mediasi tersebut, karena warga merasa dibongi dan dibodohi terkait proses pembebasan lahan untuk pembangunan Depo LRT.

“Apa yang yang sudah disampaikan Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Juhandi sebagai perwakilan dari Kementrian Perhubungan, akan tetap melakukan pembebasan, dan itu bagi siapa yang mau diukur, kalau belum mau diukur tidak akan ada diproses,” kata Sondi, Selasa (6/3).

Pihaknya menduga, ada kepentingan Adisara Properti, selaku kontraktor proyek tersebut melalui pertemuan minggu lalu di apartemen Grand Dhika City.

Disitu ditegaskan, bawasannya Adisara Properti akan membangun sarana penunjang LRT, dan juga berani mengatakan lahan di Rw 06 milik mereka lewat Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang telah mereka tunjukkan ke warga.

“Permintaan dari wrga, jangan bohongi kami, dan kami akan mendukung proyek pembangunan yang dilakukan negara selama prosesnya sesuai dengan peraturan UU yang berlaku di republik ini,” tegas Sondi.

Sementara itu, Camat Tambun Selatan, Imam Santoso menuturkan, pihak kecamatan dan kelurahan hanya sebatas menjebatani, karena Kementrian Perhubungan meminta pihaknya ikut dalam mediasi ini. (pra)

Close