Jurnalisme Warga

Langkah Mempertahankan Keutuhan Keluarga Sakinah Menurut Hukum Islam (1)

Oleh: Suprihatin, Dosen Tetap FAI - Universitas Islam “45” Bekasi

Radarbekasi.id – Perkawinan atau pernikahan merupakan sunatullah yang berlaku bagi semua makhluk Allah swt, termasuk manusia. Di dalam ajaran Islam perkawinan merupakan salah satu sunnah Rasulullah saw yang harus kita laksanakan sebagai salah satu kebutuhan biologis manusia untuk hidup bersama, saling menyayangi, saling mengasihi dan saling mencintai. Allah swt. berfirman dalam Al-Qur’an surat Yaasin ayat 36, yang artinya :

“Maha suci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (QS. 36:36).

Kemudian dalam surat Al Hujarat ayat 13, Allah swt berfirman, yang artinya :

Hai Manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha teliti” (QS: 49:13).

Rasulullah saw dengan tegas menyatakan bahwa orang-orang yang tidak mau menikah, padahal sudah mampu menurut syari’at Islam untuk melaksanakan pernikahan maka orang tersebut bukan termasuk dari golongan umat Nabi Muhammad saw, sebagaimana beliau bersabda, yang artinya :

“Nikah itu adalah sunnahku, maka barang siapa yang membenci sunnahku (tidak mau menikah), maka bukanlah mereka termasuk dalam golonganku” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Di dalam Al-Qur’an Allah menyatakan bahwa perkawinan merupakan salah satu kebesaran Allah dan sekaligus merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri dengan cara menjaga kelestarian, ketenangan dan keharmonisan serta berupaya memupuk dan menumbuh kembangkan cinta dan kasih sayang dalam keluarga, sebagaimana firman Allah dalam surat Ar-Rum ayat 21, yang artinya :

“Dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasang-pasangan (jodoh-jodoh) untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenedrung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir” (QS:30:21).

Di dalam Undang-Undang Nomor I Tahun 1974 Pasal 1, dinyatakan bahwa “Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (Rumah Tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Apabila ditinjau dalam sudut pandang hukum Islam, undang-undang perkawinan ini menghendaki agar pembentukan keluarga atau rumah tangga harus berangkat dari niat yang ikhlas dan diikat dengan perjanjian suci (Miitsaaqan Ghalidzan). Niat yang ikhlash artinya saat memulai perbuatan disertai dengan suasana batin yang bersih. Sedangkan perjanjian suci dalam perkawinan adalah ditandai dengan dilakukannya aqad nikah yang tidak disertai dengan keinginan untuk melepaskannya.

Perkawinan yang didukung dengan suasana iklash dapat mewujudkan cita-cita keluarga sejahtera dan bahagia sebagai tujuan inti dan mulia dari sebuah perkawinan dan sebuah keluarga. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam Kompilasi Hukum Islam Indonesia, bahwa “Perkawinan bertujuan untuk mewujudkan kehidupan rumah tanggga yang Sakinah, Mawaddah dan Rahmah”. Keluarga Sakinah akan melahirkan generasi penerus yang berkualitas yang ditandai dengan adanya keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia. Keadaan ini juga dapat mendukung terjadinya ketahanan keluarga keluarga pada aspek lahir maupun batin . Inilah yang diingatkan Allah kepada kita dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 9, yang artinya :

“Dan hendaklah takut kepada Allah orangorang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah (tidak berkualitas), yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (Q.S:4:9). (bersambung)

Close