Life StyleOtomotif

Pengusaha Truk Merugi

Radarbekasi.id – Pembatasan operasional truk bertonase besar di ruas tol Jakarta-Cikampek yang diberlakukan mulai pukul 06.00 sampai 09.00 berdampak terhadap kerugian pelaku usaha truk.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan mengaku, pembatasan operasional truk itu pasti membuat rugi pelaku usaha karena waktu pendistribusian barang dari Pelabuhan Tanjung Priok ke pabrik di kawasan industri Cikarang menjadi tersendat. Namun, Tarigan tak mau merinci besar kerugian yang dialami oleh masing-masing pelaku usaha.

“Pelaku usaha truk pasti merugi dengan adanya pembatasan truk melintas di dalam tol itu. Tapi tidak apa-apalah, ” kata Tarigan, Rabu (7/3).

Berdasarkan data Aptrindo, ada 4.000 truk di Pelabuhan Tanjung Priok. Sebanyak 80 persen diantaranya setiap hari melintas jalan tol Jakarta- Cikampek. Tarigan menyatakan, pihaknya menghargai dan menjalankan aturan tersebut.

Apalagi, selama ini pelaku usaha juga sudah merugi akibat kemacetan parah dari penyempitan jalan yang disebabkan oleh beberapa pembangunan proyek infrastruktur di jalan tol. Proyek tersebut diantaranya seperti pembangunan Light Rail Transit (LRT) dan tol Jakarta-Cikampek II Elevated.

“Kami ikuti aturan itu, karena sekarang masuk tol juga macet. Kami ngalah dulu sampai proyeknya selesai, setelah itu mudah-mudahan bisa lancar kembali,” tukasnya. (oke)

Tags
Close