Budaya

Guru Juga Bisa Masuk TV

Peresensi : Nia Sofyana, Guru SMA AlMuslim Bekasi anggota KGPBR

Radarbekasi.id – Rezeki bisa datang dari mana saja, salah satunya lewat silahturahmi. Menjalin silahturahmi tak selalu harus bertemu langsung. Media sosial menjadi salah satu dari banyak cara untuk bersilahturahmi. Dalam buku ”Guru Medsos Masuk TV” penulis menyampaikan salah satu manfaat silahturahmi itu. Kegemaran beliau aktif di berbagai forum, kenal dengan banyak orang, senang datang ke berbagai acara komunitas, membuatnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan hal yang tak terbayangkan sebelumnya.

Profesinya sebagai seorang guru tak menghalanginya untuk mengukir cerita di berbagai aspek kehidupan. Dengan aktif di berbagai acara dan media sosial menghantarkannya sebagai narasumber diberbagai acara televisi. Bertemu dengan orang-orang hebat, dari para artis sampai pejabat. Sungguh pengalaman yang tak semua orang bisa rasakan, apalagi dengan profesi hanya sebagai seorang guru. Guru? Iya, guru. Profesi yang dikenal dengan penghasilan lebih rendah dibandingkan karyawan pabrik.

Kegemarannya terhadap sejarah terlihat dari tulisan-tulisannya dalam beberapa subbab. Membaca buku ini membuat kita tahu akan beberapa cerita sejarah yang sebelumnya kurang menarik. Penulis menuturkan tentang sejarah perkebunan teh gambung di Ciwidey, berkisah tentang sikap pelancong Belanda yang bersikap sangat ramah pada para pegawai pribuminya. Seolah mengisyaratkan tidak semua penjajah Belanda bersikap kasar dan sadis.

Belum lagi bahasan-bahasan tentang pengalaman penulis selama mengunjungi museum prasasti dan museum nasional. Menyampaikan secara gamblang kondisi memprihatinkan yang dapat ditemui ketika berkunjung ke tempat-tempat situs budaya, yang cenderung kurang mendapat perhatian. Padahal kita semua tahu bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya.

Penulis adalah orang yang aktif dan senang berkomunikasi, hal ini terlihat dari cerita di beberapa bagian bukunya yang didominasi dengan pengalaman penulis bergabung dalam beberapa grup atau komunitas. Seperti grup Cocoklogi Science, Grup ini menanggapi banyaknya jupel (juru pelihara) situs budaya yang terkadang mencocokan kisah situs yang mereka jaga dengan mitos atau suatu agama.

Selain itu penulis juga tergabung dalam Komunitas Orang Kidal Indonesia (KOKI), komunitas ini didirikan untuk mengumpulkan orang-orang kidal, yaitu orang yang menggunakan tangan kiri atau kecenderungan melakukan kegiatan dengan tangan kirinya. Perasaan senasib sepenanggungan, menjadikan grup tempat ini saling berbagi tentang bagaimana menyikapi perundungan kepada orang-orang kidal di Indonesia, khususnya yang terjadi pada anak-anak. Pada bagian ini pun dibahas tentang penyebab anak bisa kidal dan pendapat ahli mengenai orang-orang yang diberi kelebihan sebagai seorang “kidal”. Hal ini tentu menjadi tambahan informasi bagi pembaca mengenai kondisi kidal yang dialami seseorang.

Berkat bergabung dengan komunitas citizen6 penulis berkesempatan bertemu dalam satu acara dengan artis setingkat Revalina S Temat. Dalam tulisannya penulis menceritakan pengalamannya hadir di sebuah acara diskusi sebuah film horor yang berjudul Oo Nina Bobo. Film bergenre horor yang menampilkan Revalina S Temat sebagai pemeran utamanya yang berperan sebagai seorang dokter jiwa. Di bagian ini, penulis menceritakan secara gamblang kondisi pada saat acara tersebut berlangsung, sungguh merupakan pengalaman baru yang menyenangkan.

Ketika membaca tulisan-tulisan penuh makna dalam buku ini, pembaca sedikit diganggu dengan beberapa kesalahan ejaan dalam penulisan, serta adanya pemilihan kata ganti yang berbeda dalam satu paragraf. Seperti kalimat yang satu menggunakan kata “aku”, kalimat berikutnya menggunakan kata “saya”. Namun, hal ini tak menjadi kendala yang berarti bagi pembaca.

Penulis menyampaikan pengalaman-pengalaman menariknya sebagai seorang guru yang berkesempatan hadir di beberapa acara televisi sebagai narasumber dengan bahasa yang ringan dan kalimat-kalimat yang mudah dipahami. Beberapa subbab juga dilengkapi dengan foto-foto sehingga melengkapi imajinasi pembaca ketika menikmati setiap rangkaian kata dalam buku ini. Penulis yang aktif dalam menjalani kehidupan sosialnya, menjadi inspirasi bagi guru-guru lain yang masih terkungkung dengan pemikiran guru hanyalah guru. Padahal, profesi guru adalah suatu anugerah yang jika dikembangkan dapat memberi manfaat yang berlimpah bagi dirinya dan orang lain. (*)

Related Articles

Back to top button