BEKACITIZEN

Wajah Kota Bekasi Zaman Now

Oleh: Mohammad Amin

Radarbekasi.id – Perkembangan kota-kota di dunia begitu cepat. Bergerak seiring kemajuan ekonomi, faktor geografis dan perkembangan peradaban manusia secara bertahap.

Jepang, Jerman, dan Korea Selatan contoh negara ideal untuk diteladani dalam melihat perkembangan kota. Sejarah memperlihatkan bahwa ketiga negara tersebut berhasil bangkit dari keterpurukan setelah perang dunia ke-II. Mereka mampu membangun negaranya dalam waktu yang tidak terlalu lama sehingga menjadi adidaya ekonomi baru dunia.

Jepang ditopang perusahaan, seperti Mitsubishi, Sumitomo, Toyota, Honda, Yamaha, Sony. Jerman disokong Volkswagen, Siemens, Thyssen. Korea Selatan ada Samsung, Hyundai, LG, Cheil Jedang. Produsen-produsen itulah yang turut berkontribusi pada pembangunan kota di tiga negara maju tersebut.

Majalah Monocle sejak tahun 2006 telah menerbitkan indeks kota paling layak huni “The Most Livable Cities Index” berdasarkan berbagai macam indikator, diantaranya keamanan atau kriminalitas, konektivitas internasional, iklim, kualitas arsitektur, transportasi publik, toleransi, isu lingkungan dan alam, desain perkotaan, kondisi bisnis, kebijakan pembangunan yang proaktif, dan pelayanan kesehatan.

Lima kota yang paling layak huni menurut Monocle, Tokyo (Jepang), Wina (Austria), Berlin (Jerman), Melbourne (Australia) dan Sydney (Australia). Adapun majalah Economist menilai kota layak huni terutama berdasarkan 30 faktor, diantaranya keamanan, layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lingkungan. Lima kota itu; Melbourne (Australia), Wina (Austria) Vancouver (Kanada), Toronto (Canada) dan Calgary (Canada).
Konteks Indonesia.

Berkaca dari negara-negara maju membangun kota, di Indonesia kebijakan desentralisasi pembangunan ke tingkat kabupaten/kota memberikan ruang yang luas kepada para kepala daerah untuk dapat membangun secara lebih kreatif dan revolusioner. Para kepala daerah dituntut komitmen yang kuat untuk mengembangkan sumber daya alam, sumber daya manusia, budaya, lingkungan.

Sumber daya yang ada di Indonesia sebenarnya tidak tertandingi oleh bangsa lain. Kita memiliki kota Yogyakarta dan Solo yang kaya akan budaya dan tradisi dan peninggalan sejarah yang tak ternilai harganya. Bandung dengan kota industri kreatifnya. Raja Ampat dengan keindahan alam bawah lautnya. Kota Samarinda dengan potensi Water fron City-nya.
Kemajuan Kota Bekasi.

Semakin majunya kota-kota di dunia dan kota-kota di Indonesia tidak terlepas dari kebijakan Makro Indonesia. Terutama terkait kebijakan desentralisasi berupa otonomi daerah. Di mana daerah diberikan kewenangan penuh mengurus urusan daerahnya sendiri.

Sebenarnya dengan otonomi daerah dituntut peranan kepala daerah untuk memaksimalkan seluruh potensi di wilayahnya agar dapat membawa daerahnya semakin maju.

Dalam konteks Kota Bekasi, perkembangan Kota Bekasi yang selama 21 tahun sudah maju berkembang bila kita bandingkan dengan kota-kota lain yang ada di Indonesia.

Kota Bekasi dahulu bernama Chandrabhaga. Chandra memiliki makna bulan, nama chandrabhaga kemudian diubah menjadi Bhagasi. Ketika Belanda menjajah Indonesia dan Bekasi dikuasai mereka namanya diganti dengan nama Bacassie lebih familiar dengan sebutan Bekasi.

Dalam catatan sejarah, Kota Bekasi tempat para pejuang hingga titik darah penghabisan. Maka Bekasi dijuluki Kota Patriot.

Kota Bekasi dulu merupakan kecamatan dari Kabupaten Bekasi. Pada tahun 1982 menjadi kota administratif Bekasi dan pada tahun 1996 kota administratif Kota Bekasi menjadi Kotamadya Bekasi. Sekarang dikenal sebagai Kota Bekasi.

Saat ini, Kota Bekasi mempunyai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sudah mencapai 90 persen. Capaian investasi sudah Rp10 triliun dari hanya Rp3 triliun. Pertumbuhan UMKM sudah mencapai 3000-an, yang dulu hanya sekitar 1500-an.

Layanan kesehatan gratis melalui Kartu Bekasi Sehat yang dimulai Januari 2017, memberikan pelayanan kesehatan kepada semua warga masyarakat Kota Bekasi tanpa membedakan status sosial. Di mana warga Bekasi mempunyai KTP Bekasi berhak mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui Kartu Bekasi Sehat. Pelayanan kesehatan gratis model Kartu Bekasi Sehat ini, belum ada di kota-kota Indonesia.

Bila kita bandingkan dengan Kabupaten Bekasi yang APBD tidak jauh dengan Kota Bekasi, tetapi layanan kesehatan gratis seperti Kota Bekasi belum dilakukan. Layanan pendidikan yang gratis, sarana dan prasarana serta bangunan pemerintahan yang sudah baik serta pembangunan fisik yang tidak kalah dengan kota-kota maju lainnya, seperti Jakarta yang mempunyai APBD Rp73 triliun, serta layanan administrasi pemerintahan kepada warga masyarakat sudah lebih baik yang berorientasi pada layanan prima.

Layanan prima bisa kita lihat dalam pelayanan di tingkat kelurahan. Pelayanan terkecil di Kota Bekasi dilakukan secara prima dan cepat. Karena menempatkan staf di tiap Rukun Warga (RW). Tugasnya memberi pelayanan antar jemput gratis, semisal pengurusan E-KTP.

Birokrasi pemerintahan di Kota Bekasi juga turut berubah. Pemkot Bekasi telah melakukan reformasi birokrasi. Pertama, melakukan perubahan perilaku dan mind set para aparatur. Mengubah mental lambat, berbelit-belit, tidak peka, inkonsisten, malas, dan kultur feodal. Diubah menjadi perilaku yang peka, rajin, dan mental pekerja.
Kedua, penataan dan penguatan organisasi. Membuat organisasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Ketiga penataan peraturan perundang-undangan dengan kegiatan-kegiatan pada upaya melaksanakan pembangunan dengan peraturan yang mendukung ke arah tercapainya tujuan.
Keempat, penataan sumber daya manusia, menempatkan sumber daya pemerintah pada tempat yang tepat sesuai dengan keahlian dan kemampuan. Kelima, melakukan tatalaksana, adanya proses prosedur kerja berdasarkan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik.

Keenam, peningkatan pengawasan, adanya pengawasan dalam bekerja agar sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan pelaksanaan pekerjaan dapat dievaluasi. Ketujuh, peningkatan akuntabilitas, melakukan pengukuran kinerja, dengan terus melihat perkembangan dan tuntutan perubahan diperlukan kinerja yang semakin meningkat.

Delapan, peningkatan pelayanan publik, peningkatan pelayanan publik terjadi karena adanya perubahan perilaku, ditunjang dari penguatan organisasi serta adanya perundang-undangan yang menunjang. Disertai sumber daya manusia yang tepat dengan prosedur kerja disertai pengawasan dan peningkatan kinerja.

Peningkatan pelayanan publik juga terus dilakukan, antara lain dengan membuka Mall Pelayanan Publik. Di mana pemerintah Kota Bekasi ingin menempatkan diri ingin dekat dengan masyarakat serta memberikan pelayanan yang baik, pasti, cepat, dan efektif.

Keberhasilan Kota Bekasi tidak lepas dari komitmen, dan konsistensi pemimpin yang kuat untuk memajukan Kota Bekasi. Mengutip kata-kata Peter Drucker, daerah maju karena pemimpinnya memang bisa memimpin memajukannya. Kota Bekasi maju sekarang ini memang dalam lima tahun ini pemimpinnya memang punya jiwa kepemimpinan yang baik dan tahu mau kemana kemajuan ini terus berkelanjutan.

Selamat Hari Jadi Kota Bekasi ke-21. Mari wujudkan Kota Bekasi yang semakin maju dan berkelanjutan. (*)

Sekretaris Kelurahan Bintara Kecamatan Bekasi Barat sekaligus Dosen President University.

Related Articles

Back to top button