Cikarang

Dinsos Gunakan Data Lama untuk Penyaluran Rasta

Radarbekasi.id – Pembagian beras sejahtera (rasta) di Kabupaten Bekasi menuai protes. Pasalnya, banyak warga miskin yang tidak terdata sebagai penerima rasta, karena diduga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi masih menggunakan data yang lama dan tidak valid.

Hal itu, membuat pihak desa tidak mau menerima beras rasta, dan memilih untuk mengembalikan ke kecamatan karena takut berhimbas terhadap Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

“Lebih baik pihak Kecamatan yang membagikan rasta itu ke masyarakat, kalau pihak desa yang membagikan, pasti akan bermasalah di lapangan dan berimbas ke Pilkades, soalnya banyak warga miskin yang tidak terdata,” ujar Kepala Desa Sukamantri, Eko Kosasih, belum lama ini.

Kata Eko, warga tidak tahu bahwa data tersebut bukan pihak desa yang menentukan, melainkan dari Pemkab Bekasi langsung. Oleh karen itu, Eko berharap, ada pendataan ulang, karena ekonomi masyarkat setiap tahun berubaha-ubah.

“Itu data lama yang mereka gunakan untuk pembagian rasta, dan seharusnya di data ulang. Bisa saja yang dulunya orang miskin, sekarang jadi orang kaya, begitu pun sebaliknya,” beber Eko.

Hal senada disampaikan Seketaris Apdesi Kabupaten Bekasi, Jaut Miharja kepada Radar Bekasi. Ia menilai, penyaluran beras rasta tidak tepat sasaran, justru orang mampu yang menikmati bantuan itu, sehingga banyak warga miskin yang tidak kebagian.

“Pembagian beras rastra sangat tidak tepat sasaran, karena tak sesuai data yang ada di desa. Maka dari itu lebih baik tidak usah dibagikan dari pada menjadi masalah di pihak desa,” tukasnya.

Jaut juga mengkritisi kinerja Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi, seharusnya melakukan pendataan ulang warga yang layak mendapatkan rastra.

“Kalau mau memberikan bantuan ke masuarakat, Dinsos seharusnya menggunakan data baru yang ada di desa. Sebab setiap tahun, pihak desa melakukan pendataan warga, sehingga bantuan yang turun sesuai data yang diusulkan oleh pihak desa. Yang sekarang data digunakan Dinsos data 2011,” sesal Jaut.

Ketika Radar Bekasi ingin meminta komentar terkait data yang digunakan untuk pembagian rasta, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Abdilah Majid, tidak bisa dihubungi melalui gawai (handphone).

Bahkan beberapa kali didatangi ke kantornya, tapi tidak pernah ada di tempat. Padahal yang menangani pembagian beras rastra adalah Dinas Sosial. (pra)

Related Articles

Back to top button