Metropolis

Dorong Persamaan Gender

Radarbekasi.id – Kasus kekerasan terhadap perempuan saat ini dinilai masih tinggi. Padahal, pemerintah telah mengeluarkan aturan perlindungan terhadap perempuan. Namun sayangnya, aturan tersebut belum memberikan efek jera terhadap pelaku.

Hal ini diakui salah seorang mahasiswa STIE Mulia Pratama Fuzi Nur Faujiah. Menurutnya, sejak era reformasi pemenuhan hak asasi manusia (HAM) memberikan banyak peraturan yang membela kamum perempuan. Namun sayangnya hanya menjadi peraturan tertulis, sedangkan dalam pelaksanaannya dianggap belum sesuai dengan apa yang seharusnya didapatkan oleh kaum wanita.

“Sejak era reformasi, pemenuhan hak asasi manusia memang banyak peraturan yang pro terhadap perempuan, tapi dalam pelaksanaannya belum sesuai dengan apa yang seharusnya didapatkan oleh kaum perempuan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi yang sering dialami oleh perempuan Indonesia diantaranya human trafficking, kekerasan dan pelecehan seksual yang tak kunjung berakhir. Fuji berharap, mahasiswi dapat menjadi agen perubahan yang harus mengajak perempuan lainnya dalam memahami persoalan perempuan disekitarnya.

“Kondisi yang paling banyak dialami oleh perempuan di Indonesia adalah kekerasan, human trafficking, diskriminasi hingga pelecehan seksual yang masih sering terjadi, ini bukan isu dikalangan mahasiswa saja namun isu kita semua bahkan semua manusia dimuka bumi untuk sama-sama mendorong untuk lebih ramah perempuan dan lebih adil. Semoga mahasiswi mampu menjadi agen perubahan karena mahasiswi adalah perempuan yang harus mengajak perempuan lain untuk memahami persoalan perempuan tidak hanya sibuk dengan kuliahnya saja, tetapi memperhatikan masyarakat disekitar khususnya para perempuan,” tegasnya. (cr38)

Related Articles

Back to top button