Pendidikan

Ibu dan Karakter Anak

Oleh: Ari Palupi, S.Pd "Guru SD Al Muslim Tambun Anggota KGPBR"

Ibu dan Karakter Anak
Ari Palupi, S.Pd.

Radarbekasi – Berbicara tentang karakter atau yang sering diistilahkan dengan watak atau sifat kita harus menyadari bahwa setiap anak terlahir didunia pasti terlahir dengan beraneka ragam sifat dan watak yang akan ada dalam dirinya. bahkan dari karakter yang dimiliki seseorang , bisa menjadi sebuah problema dan menimbulkan masalah jika bertemu dengan individu yang mempunyai karakter bertolak belakang.

Karakter di bentuk sejak seseorang masih dalam kandungan sang ibu, terlihat di sini ketika sang ibu sedang megandung kadang muncul perangai yang berbeda dari kebiasaan ketika sang ibu tidak mengandung. Semua orang akan bilang kalau tingkah laku sang ibu tadi merupakan bawaan dari bayi yang sedang dikandung.

Ketika sang anak sudah mulai tumbuh dan berkembang peran ibu sangatlah penting dalam menyiapkan putra putrinya menghadapi kompleksitas kehidupan yang harus dijalani, salah satunya dengan menyiapkan putra putrinya untuk menjadi manusia yang berakter dan berahlak mulia diantaranya dengan melalui pendidikan pola asuh yang diterapkan baik secara langsung maupun tidak langsung di rumah.

Sebagai seorang ibu harus menerapkan pembiasaan – pembiasaan yang terus menerus dilakukan di rumah seperti :merapikan tempat tidurnya, berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, sholat tepat waktu, merapikan permainan atau keperluannya sendiri, menerapkan 5 S ( salam, sapa ,senyum, sopan, dan santun ) ketika bertemu seseorang dan lain-lainnya. semua itu harus dilakukan secara terus menerus dan jangan sampai sebagai seorang ibu kita lengah karena kesibukan dan aktifitas yang tak pernah ada akhirnya. Kita harus sadar dan yakin bahwa dengan menerapkan pembiasaan tersebut akan dapat membentuk pribadi anak yang baik dan berakhlaq mulia. Karena dengan pembiasaan yang continue sifat-sifat yang baik yang kita ajarkan ke anak akan melekat dalam diri anak. Dan janganlah kita sebagai seorang ibu merasa bosan atau malas untuk mengingatkan anak anak kita ketika mereka mulai lengah dan bosan dengan rutinitas yang seharusnya mereka lakukan.

Tidak hanya sampai di situ, sebagai seorang ibu, kita haruslah bisa menempatkan diri kita sebagai sosok seorang artis yang bisa menjadi figur dan idola buat anak-anak, karena dengan menjadi figure dan idola sang anak , akan mudah bagi seorang ibu untuk mengambil hati sang anak. Jika anak sudah mengidolakan kita maka anak itu akan mudah untuk mengikuti apa yang kita inginkan dan mengikuti gaya dan sikap kita akan tetapi kita harus memberikan contoh yang baik, baik dalam bersikap , bertutur kata dan bertingkah laku sehingga akan memudahkan kita untuk membentuk karakter yang baik dan berahlak mulia. Dalam mewujudkan pribadi anak yang siap menghadapi kompleksitas kehidupan yang akan dijalani. Sebagai seorang ibu harus bisa menyesuaikan dengan kondisi anak-anak di masa kini, dengan mengikuti perkembangan jaman yang sering dengan kepribadian yang matang, sehingga sang anak akan merasa enjoy dalam menerapkan pembiasaannya di rumah. sebagai seorang ibu

Menurut Kang Zen dalam Spiritual Sinergi Semesta sesungguhnya manusia terbuat dari dua bahan dasar yang memiliki karakter yang sangat berbeda , yaitu Tanah ( jasad ) dan Ruh . Jasad adalah “bawaan” tanah yang sangat berbau fisik atau dunia, Sedangkan Ruh adalah “bawaan” Langit yang langsung dari Alloh SWT yang langsung ditiupkan ke rahim sang ibu. jadi Ruh memiliki sifat yang kekal dibandingkan jasad. Karakter seorang anak yang berupa jasad dapat terbentuk dari pengaruh lingkungan baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Karakter jasad ini masih bisa perbaiki melalui pembinaan – pembinaan , dan pembinaan ini tidak mungkin lepas dari pantauan seorang ibu dalam proses membimbing dan mengawasi anak-anaknya dirumah. Sebagai seorang ibu janganlah ada kata – kata malas atau bosan untuk selalu mengingatkan anak-anak, atau bahkan sesekali memberikan sangsi pada anak-anaknya jika memang itu perlu unuk dilakukan. Dan sebaliknya sebagai seorang anak perlu mendapatkan pujian atau bahkan hadiah ketika anak memperoleh prestasi . Hal ini semua kita lakukan untuk menumbuhkan rasa precaya diri anak. Sedangkan karakter yang berupa Ruh dapat secara langsung kita lihat pada spontanitas anak dan rasa empati tinggi dalam dirinya. Contohnya seperti ketika melihat teman yang susah dengan spontan anak membantu mengatasi kesusahan temennya.

Tugas utama seorang ibu haruslah bisa menyeimbangkan antara karakter “Jasad” dan “ Ruh”, karena akan terbentuk kepribadian anak yang matang dan siap dalam menghadapi kehidupan ini jika dalam diri anak dipersiapkan benteng-benteng yang kuat maka dapat membentuk pribadi anak yang baik dan berakhlaq yang mulia.

Ingatlah ,,,,, Sebagai seorang ibu kita pasti akan merasa bangga jika melihat anak-anak kita tumbuh dan berkembang mejadi manusia- manusia yang mempunyai prinsip dalam hidup. Semua itu tak mungkin lepas dari pembinaan karakter baik darisekolah maupun dari rumah.kita sebagai seorang Ibu jangan lupa untuk selalu mendo’akan anak-anak kita semoga menjadi anak-anak yang soleh,solehah, berkarakter yang baik dan berahlak mulia. Setelah semua usaha yang kita lakukan untuk mendidik anak kita, hasilnya kita serahkan semua kepada Allah.kita titipkan anak-anak kita kepada Allah karena kita tidak bisa menjaga anak kita selama 24 jam. Semoga kita mendapat rahmat dan ridho-Nya dalam mendidik dan membimbing anak-anak kita, Aamiin.(*)

Related Articles

Back to top button