Pendidikan

Dorong Sekolah Ramah Anak

Radarbekasi.id – Sekolah, harus menjadi tempat yang nyaman untuk siswa. Sehingga, siswa akan betah berada dilingkungan sekolah. Dengan seperti itu, tujuan peroses kegiatan belajar mengajar (KBM) akan tercapai dengan sempurna.

Demikian ditegaskan Istri Gubernur Provinsi Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan saat menyambangi SMA Negeri 1 Kota Bekasi, kemarin. Kunjungan tersebut guna merealisasikan program sekolah ramah anak di Provinsi Jawa Barat.

Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Kota Bekasi ini terlihat sangat antuasias, saat mendengarkan arahan bimbingan autdoor yang disampaikan oleh istri orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat ini.

Hadir dalam acara, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Bekasi Mawar, Pembina Gugus SMA/SMK gugus 3 Provinsi Jawa Barat, Heri Pensila, serta puluhan guru-guru tenaga pendidik SMA Negeri 1 Kota Bekasi.
Didalam kesempatan itu, Netty mengatakan, bahwa saat ini anak-anak malas dan takur pergi kesekolah karena banyaknya tindak diskriminasi yang dia dapat dilingkungan sekolah.

“Karena itulah Pemerintah mengambil sebuah kebijakan untuk menciptakan sekolah yang ramah anak dan ramah lingkungan”, ucap Netty dihadapan anak didik dan guru-guru, Selasa (13/3).

Beragam jenis tindakan itu, lanjut Netty, diantaranya adalah, tindak perilaku pembullyan yang didapat dari teman-teman, pelecehan seksual, mendapat tindak kekerasan fisik dari guru, dan masih banyak lainnya, menjadi pemicu anak didik malas dan takut untuk pergi kesekolah.

Namun demikian, Netty juga mengatakan, bahwa ada hal-hal yang membuat sebagian anak didik betah untuk pergi dan belajar disekolah, seperti,Jam kosong, Saat gurunya rapat, dan beberapa hal lainnya.
“Semua ini sudah berdasarkan survei ya”, ucap Netty, sembari meminta para siswa untuk memberikan alasan, tentang hal-hal yang membuat mereka betah dan tidak betah untuk belajar di sekolah.

Dikesempatan itu, para pelajar juga berkesempatan untuk memberitahukan nama guru pavorit.
Netty juga menyayangkan adanya kejadian-kejadian tindak kekerasan yang dilakulan oleh anak didik kepada gurunya dan kejadian sebaliknya.

“Oleh sebab itulah, saga harus memastikan bahwa sekolah itu harus menjadi tempat yang nyaman, aman dan bebas dari kekerasan, dan SMA Negeri 1 ini harus mejadi pelopornya di Provinsi Jawa Barat,”tutupnya. (cr38)

Related Articles

Back to top button