Metropolis

Mobil Bos Tahu Bulat Digadai Anak Buah

Radarbekasi.id – Pengusaha tahu bulat dadakan Ahmad Syahrudi tak bisa lagi percaya pada anak buahnya. Pasalnya, mobil pikap yang biasa digunakan untuk menjual tahu bulat itu digadai dua anak buahnya, Den dan Her.

Ironinya, kedua anak buah tak tahu diuntung itu menggadaikan mobil pikap sehargaRp140 juta itu hanya untuk mendapatkan uang tunai Rp3 juta. Alasannya untuk membayar hutang dan kontrakan.

Kapolsek Pondokgede Komisaris Suwari mengatakan, aksi kedua orang penjual tahu tersebut bermula ketika pemilik kendaraan, Ahmad didatangi kedua pelaku pada 18 November 2017 lalu di tempat usahanya, Jalan Lurah Namat RT02/05, Jatirangga, Jatisampurna.

Saat itu keduanya datang melamar kerja untuk berjualan tahu bulat. “Yang bersangkutan mengutarakan bahwa berdagang tahu bulat juga. Saat itu diterima,” katanya kepada Radar Bekasi, Selasa (13/3).
Kemudian, mereka berdua diberi kepercayaan menggunakan kendaraan untuk berdagang dengan catatan kendaraan berjenis pikap bernomor polisi B 9712 KAM berwarna hitam harus dikembalikan setiap malam.

Selain harus mengembalikan mobil, mereka berdua juga harus menyetorkan hasil berdagang ke Ahmad. “Mereka berjualan di wilayah Bekasi, Cileungsi, dan Cibinong,” ujarnya.

Tapi, niat mereka sepertinya bukan untuk berjuala. Kepercayaan yang diberikan itu tidak dijaga sebagai amanah. Saat berjualan di daerah Cibinong, kedua pelaku bertemu dengan rekannya M dan R. Setelah itu, Den dan Her saat itu digoda untuk menggadai kendaraan hingga mobil itu digadai oleh M dan R.
Betul saja, dua orang pria yang mengaku sedang butuh uang mengiyakan keinginan M dan R. M dan R langsung mencari orang yang mau menerima gadaian tersebut. Kemudian mereka mendapat uang masing – masin Rp3 juta dari hasil gadaian mobil bosnya.

Di sisi lain, Ahmad menunggu anak buahnya kembali ke tempat usahanya untuk mengembalikan mobil serta memberi setoran hasil penjualan tahu bulat. Karena tak kunjung datang, ia melaporkannya ke Polsek Pondokgede.

Kemudian, petugas kepolisian dari Polsek Pondokgede mendapat informasi bahwa kedua pelaku dan barang bukti berada di Tigakarsa, Tangerang.

Selanjutnya, pihak kepolisian bergerak ke Tigakarsa untuk menangkap pelaku dan mengamankan alat bukti. Den dan Her pun pun ditangkap dan dibawa ke Polsek Pondokgede untuk ditahan.

Saat ini mereka berdua mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara, M dan R masih dalam pencarian pihak kepolisian. “Para tersangka dikenakan Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” tutupnya.

Kedua pelaku, Den dan Her mengaku baru satu kali melakukan tindakan tersebut. “Saya buat sewa kontrakan dan bayar hutang,” ujar kedua orang yang wajahnya ditutupi masker berwarna hitam itu. (neo)

Related Articles

Back to top button