Cikarang

Pelayanan Kesehatan Kurang Diperhatikan

Radarbekasi.id – Belum maksimalnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Bekasi, harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Sebelumnya, ada salah satu warga Kabupaten Bekasi yang tertahan di salah satu Rumah Sakit di Jakarta, karena tidak mampu membayar biaya perawatan, menjadi bukti kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terhadap pelayanan kesehatan.

Padahal, pasien tersebut sebelum masuk ke RS sudah menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Pemkab Bekasi. Meski demikian, akibat kurang maksimalnya pelayanan kesehatan di Kabupaten Bekasi, membuat seorang ibu yang sedang melahirkan bersama anaknya harus tertahan beberapa hari.

Salah satu relawan yang sering bergerak mengadvokasi masyarakat kurang mampu di Bekasi, Ahmad Fauji mengatakan, Pemkab Bekasi harus membuat sistem yang terintegritas bagi masyarakat dalam menerima pelayanan kesehatan.

Ia menceritakan, adanya masalah administrasi yang selalu jadi alasan pihak RS menolak pasien untuk mendapat pelayanan rawat inap, menjadi kendala bagi warga yang sedang berjuang melawan sakit.

”Dengan adanya studi kasus bagi masyarakat yang tidak mendapat pelayanan kurang baik, seharusnya menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk kepentingan rakyat,” ujar Ahmadi.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny mengatakan, terkait adiministrasi, pihaknya tidak punya kewenangan. Namun demikian, untuk memperbaiki dan memaksimal pelayan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, awal April 2018, pihaknya mulai melakukan pendataan kesehatan bagi suluruh masyarakat Kabupaten Bekasi, yaitu melalui program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluaraga (IS-PK).

Agar tepat sasaran, pihaknya akan menggerakkan seluruh pegawai Puskesmas untuk mendata warga sebagai indikator utama kondisi kesehatan sebuah keluarga.

“Insaallah kami akan mulai mengerjakan program PIS-PK di bulan April. Saat ini para pegawai Puskesmas sudah mulai melatih dan dilatih di Bapelkes Bandung,” terang Sri.

Ia menjelaskan, program IS-PK ini dilaksanakan secara bertahap, nantinya petugas kesehatan akan mengunjungi untuk mencari tahu dan melihat kondisi warga yang sedang sakit.

“Nanti akan dilakukan door to door, dimana petugas kesehatan datang melihat kondisi warga,” pungkasnya. (and)

Related Articles

Back to top button