Berita Utama

Diduga Lakukan Pungli, Dua Pegawai BPN Terjaring OTT

Ditemukan Uang Rp20 Juta

CIKARANG PUSAT – Dua pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi berinisial I dan B terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polres Metro Bekasi dan Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) dengan Barang Bukti (BB) uang sebesar Rp10 juta, Rabu (14/3).

Namun setelah dilakukan pengembangan, OTT yang dipimpin Kanit Krimsus Polres Metro Bekasi, AKP Widodo, ditemukan lagi uang sebesar Rp10 juta, sehingga total uang yang disita sebagai BB menjadi Rp20 juta.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bekasi, dua pegawai BPN tersebut digelandang oleh Tim Saber Pungli Polres Metro Bekasi dari dalam gedung BPN Kabupaten Bekasi, yang berada di kawasan Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kapolrestro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara mengatakan, kasus dugaan pungli itu sebagai jasa ukur tanah dan pembuatan sertifikat yang melibatkan dua pegawai BPN Kabupaten Bekasi tersebut, masih dalam penyidikan.

“Hasilnya seperti apa, nanti pasti kami sampaikan ke rekan-rekan media,” janj Candra saat dihubungi melalui gawai (handphone), kemarin.

Lanjut dia, pihaknya masih mendalami kasus pungli itu, termasuk dua alat bukti lainnya.

“Untuk dugaan sementara pungutan liar,” ujar Candra.

Adapun Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito menjelaskan, OTT tersebut melibatkan Tim Saber Pungli Polrestro Kabupaten Bekasi bersama Kejaksaan dan Inspektorat.

“Sebelum dirazia, terlebih dahulu di gelar atau ekspos bahasa kejaksaan, kemudian lanjut ke penindakan. Namun berdasarkan gelar perkara, kami bisa ditentukan kedua orang tersebut diduga melakukan pemerasan terkait pembuataan sertifikat, dan kemungkinan tersangka bisa bertambah, tergantung dari bukti-bukti yang ditemukan,” terang Rizal.

Ditegaskan Rizal, kedua pelaku bisa terjerat Pasal 12 huruf e(UU No 20 tahun 2001) atau 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman paling lama 9 tahun penjara.

Sementara itu, Bagian Humas BPN Kabupaten Bekasi, Dadun mengelak terkait adanya OTT terhadap dua pegawai BPN yang diduga melakukan pungli.

“Bukan OTT, cuma ada pengaduan dari masyarakat, kemudian pihak Kpolisian menindak lanjutinya. Saya tidak berani banyak omong, nanti saja ya,” jawab Dadun singkat.

Sedangkan Kepala Kantor BPN Kabupaten Bekasi, Deni Santo juga berkilah adanya dua pegawainya (BPN,red) yang terkena OTT.

“Bukan keran pungli, tapi ada pengaduan dari masyarakat ke Polres. Nanti-nanti dijelaskan,” tukas Deni. (pra)

Related Articles

Back to top button