Berita Utama

Dorong Penambahan Subsidi Angkutan Massal

Transportasi Murah Jaminan Kebijakan Ganjil Genap

Radarbekasi.id – Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB) menilai perlu ada subsidi dari Pemerintah untuk meningkatkan minat masyarakat agar beralih menggunakan angkutan massal.

Menurut dia, Pemerintah pusat perlu memberikan kompensasi bagi masyarakat Kota Bekasi agar mereka lebih nyaman menggunakan angkutan massal.

Yang pertama, menurut dia, Pemerintah Pusat harus menyediakan angkutan umum yang murah. “Karena akibat dari kebijakan ini menimbulkan konsekuensi logis yaitu adalah meningkatkan biaya transportasi untuk angkutan umum,” katanya.

Menurut Harun, perlu ada subsidi lebih besar lagi sehingga masyarakat tidak merasa dirugikan dengan kebijakan ini. “Karena ini kebijakan yang tidak populer antara Rp10 ribu dan Rp15 ribu. Bus premium kan tidak akan menurunkan tarifnya, maka perlu subsidi yang lebih besar,” sambungnya.

Menurut dia, jika hal itu diberlakukan maka daya tarik bagi masyarakat untuk naik angkutan umum lebih besar. “Selain nyaman, harga juga harus lebih murah dari sekarang,” ucapnya.

Hal kedua yang perlu diberlakukan ialah memberikan kompensasi parkir yang lebih murah lagi dibanding Rp10 ribu dengan kebijakan itu nanti kebijakan subsidi.

“Jadi Pemerintah harus mengeluarkan subsidi yang jauh lebih besar untuk efektifnya kebijakan ini,” tambahnya.

Ia menambahkan, perlu ada bantuan dari Pemerintah pusat kepada Pemerintah Bekasi yang terkena kebijakan tersebut berupa bus pengumpan (feeder).

“Bekasi punya sembilan bus Trans Patriot, tentu ini tidak memadai dari kebutuhan dan keterbatasan anggaran juga,” ujarnya.

Harun menilai masyarakat secara umum lebih senang berangkat dari rumah menggunakan angkutan umum jika disediakan bus pengumpan. “Yang penting bagaimana mengangkut masyarakat dari rumah ke tempat pemberangkatan bus dan sebaliknya,” tutupnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi mengajak masyarakat untuk merubah kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan kendaraan massal.

Hal itu menyusul akan dimulainya tiga kebijakan ganjil genap di Gerbang Tol Bekasi Barat I dan II serta Gerbang Tol Bekasi Timur pada Senin 12 Maret 2018 lalu.(neo)

Related Articles

Back to top button