BEKACITIZEN

Integrasi Alam dan Sains

Penulis: Yuli Astuti, S.Pd. SD Al Muslim Anggota KGPBR

Radarbekasi.id – Integrasi nilai – nilai keislaman dan ilmu alam serta sains dapat membentuk generasi yang siap memerankan hidup bukan sekedar siap pakai, yang dapat menerapkan akhlak yang baik terhadap sesame dan lingkungan alam sebagai tempat tinggal kita. Setiap sekolah mempunyai visi dan misi yang menjadi tujuan sekolah tersebut didirikan. Salah satu visi sekolah adalah membentuk genersai yang rahmatan lilalamiin, itu artinya generasi penerus bangsa ini didik dengan nilai yang terkandung dalam Al Qur’an, meneladani akhlak rosululloh dan mengikuti sunah serta dengan mencintai lingkungan
Alam adalah lingkungan tempat kita hidup yang memberikan banyak manfaat dan banyak imajinasi.Gerakan alam yang ditimbulan oleh benda-benda di alam menimbulkan harmonisasi, gemercik air mancur memberi effect pada music Mozart, gesekan daun daun menghasilkan resonansi bunyi yang dapat didengar dengan indah.

Pembelajaran yang dilakukan dengan kolaborasi alam akan memungkinkan anak bersentuhan dengan alam yang sangat indah, sehingga anak akan mampu mengembangkan kreatifitas, nalar dan dapat menjelajahi dan berinteraksi dengan alam sehingga membuat anak semangat untuk belajar.

Sekolah Alam dan Sains di Sekolah Dasar
Pendidikan di Ssekolah Dasar mempunyai kurikulum yang terintegrasi dengan Green education, Ilmu Alam dan Akhlak serta kepemimpinan yang menyiapkan anak untuk menjadi khalifatulloh fill ard yang rahmatan lil alamin.
Karakter Cinta Allah, Alam, dan Sains
Pada usia SD anak sangat mudah untuk menyerap materi dengan cepat, seiring perkembangan usianya mereka dapat berinteraksi dengan alam sekitar. Pada usia ini siswa sangatt mudah untuk menjalani perubahan terutama perubahan tingkah laku yang positif, sehingga peran orangtua dan pendidik untuk mengarahkan secara konsisten akan mendukung pembentukan karakter. Adapun beberapa cara dalam berkomunikasi yang mendukung pembentukan karakter pada anak adalah :

1. Berdialog yang positif pada anak
2. Penuh kasih sayang
3. Dapat juga menyampaikan dengan dongeng

Bagi seorang anak apa yang di lihat, di dengar dan di rasa oleh anak (balita dan batita) akan mudah di erspon dalam memori dan ingatan yang akan tersimpan diotaknya.

Alam Sebagai Bahan Ajar dan Model Belajar
Alam dan Sains tidak dapat diajarkan dengan cara hafalan, Sebaiknya diajarkan dengan suatu proses penemuan, belajar sendiri dari alam ( natural of laboratory )dan melakukan ekspeimen sederhana yang akan membuat anak menjadi enjoy dan menyenangkan.Anak akan mudah menyerap dengan cara melakukan sesuai tahapan proses di bawah ini ; Melihat 30 %, mendengar 70 % dan melakukan 100 %.

Pembentukan pengetahuan akan dibangun sendiri oleh anak berdasarkan realita yang ada di alam. Hal ini merupakan proses mencari tahu benda – benda disekitar, mengenal makhluk hidup, berbagai fenomena alam dan utnuk membangun konsep dan proses penemuan serta fakta- fakta dan sikap ilmiah. Di SD al muslim telah dikembangkan 3 integrasi diatas yaitu alam sekitar (GE), Akhlak ( leadership dan agama )dan Sains. Pembelajaran sains dirancang sesuai dengan perkembangan anak. Manusia, hewan adalah fenomena alam dan lingkungan adalah sumber belajar . Seorang anak diajak untuk melihat dengan mata, mencium dengan indra hidung, mendengar dengan telinga, merasa dengan lidah dan meraba dengan kulit. Kita dapat mengajarkan pada anak utnuk memahami alam sebagai sumber belajar misalnya dengan mengajak anak untuk melihat warna- warna tumbunhan yang berbunga, mencium bau aroma bunga, merasakan halus atau kasar kulit kayu dan merasakan dengan lidah rasa bunga yang menyimpan nectar sehingga lebah selalu hinggap di mahkotanya. Alam sangat penting dalam proses pembelajaran karena dengan alam kita dapat memberi kebebasan pada anak, sehingga akan menambah kreatifitasnya dan mengembangakan bakatnya.

Mengapa perlu belajar alam?
Ada 2 dasar yang kuat dalam belajar alam :
1. Ketika diberi kebebasan anak akan emnemukan dan mencari tempat yang liar sementara di zaman modern lingkungan anak urbanized.
2. Terbatasnya kesempatan untuk bermain diluar ruangan menyebabkan childhood imprisonment.
3. Pemeliharaan alam untuk kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup di bumi.
4. Menumbuhkan rasa peduli siswa terhadap lingkungan sekitar dan menumbuhkan sikap terbuka pada sesama.
5. Dengan belajar di alam terbuka memberikan kebebasan pada siswa
Pembelajaran sains hendaknya membawa siswa menyenangkan dan selalu memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran sehari – hari. Menerapkan 5 M yang mampu mengembangkan kreatifitas siswa dalam belajar. Menjadikan siswa yang mandiri, bertanggungjawab dan kreatif dan inofatif serta berpikir kritis. Materi IPA yang menyenangkan diberikan semua siswa dengan permainan sehingga siswa enjoy dalam belajar.Mudah dipahami dan mebuat kelas menjadi lebih ekspresif. Selain menggunakan permainan IPA yang dipadukan dengan muatan Spritual dapat menambah rasa syukur bagi anak – anak dan lebih mencintai sang pencipta. (*)

Related Articles

Back to top button