Metropolis

Kemacetan Tol Jakarta ke Bekasi Perlu Solusi

Radarbekasi.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai kemacetan dari Jakarta ke arah Bekasi hingga Cikampek pada sore hari juga perlu diatasi. Sejauh ini, Pemerintah baru fokus untuk mengurai kemacetan ke arah Jakarta pada pagi hari.

Itu dapat dilihat dengan adanya paket kebijakan Pemerintah seperti sistem ganjil genap angkutan pribadi di Gerbang Tol Bekasi Barat 1,2 dan GT Bekasi Timur 2, Pembatasan kendaraan golongan 3, 4 dan 5 dari Cawang sampai dengan Karawang Barat di kedua arah dan penyediaan jalur khusus bus.

Ketiga kebijakan itu berlaku pukul 06.00 – 09.00 pada hari Senin hingga Jumat. Kebijakan itu juga sudah berjalan selama lima hari sejak 12 Maret 2018 lalu.

“Yang masih perlu dipikirkan, ini baru fokus kepada pagi hari menuju Jakarta. Yang belum adalah sore hari. Apalagi di waktu libur. Dari Jakarta ke luar, yang menuju Bekasi, Cikampek sampai Cipularang,” kata Tito di Bekasi, Jumat (16/3) lalu.

Ia sudah meminta Korlantas Polri bersama dengan stakeholder terkait untuk mempelajari dan mencari solusi kemacetan dari arah Jakarta. “Termasuk yang ke Jagorawi. Ini juga perlu dicarikan solusi,” ujarnya.

Direktur Utama Jasamarga, Desi Arryani mengatakan, paket kebijakan Pemerintah membuat lalu lintas di dalam jalan tol menjadi lancar dan kecepatan kendaraan meningkat.

Volume kendaraan di tiga GT juga berkurang setiap Pukul 06.00 – 09.00 karena sistem ganjil genap dan pembatasan kendaraan golongan 3, 4 dan 5. Juga terjadi penyebaran kendaraan di GT lainnya.

“Kalau yang kendaraan golongan 1, 35 persen rata – rata. Kalau kendaraan 3, 4 dan lima 60 sampai 70 persen. Peningkatan kecepatan juga signifikan, naiknya jadi 21 persen,” ujarnya.

Desi menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil evaluasi Pemerintah. Namun, menurut dia, paket kebijakan itu efektif mengurai kemacetan.

“Ini (paket kebijakan) dianggap sudah berhasil, kita masih akan mengevaluasi, kita akan mengusulkan dengan data. Apakah ini (paket kebijakan) akan ditambah jam-nya atau ditambah di lokasi lain. Kami nanti menunggu hasil dari Pemerintah,” tutupnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah kendaraan yang masuk ke Tol Jakarta Cikampek melalui Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat I lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah kendaraan yang masuk melalui GT Bekasi Barat Satelit.

GT Bekasi Barat I dan GT Bekasi Barat Satelit berdekatan. Disekitar wilayah tersebut ada empat GT. Diantaranya GT Bekasi Barat 1, 2 dan 3 serta GT Bekasi Barat Satelit.

GT 1 dan 2 merupakan GT masuk Tol Jakarta Cikampek. GT Bekasi Barat Setelit dan GT Bekasi Barat 3 merupakan GT keluar Tol Jakarta Cikampek dan masuk ke Bekasi.

Setelah diberlakukannya paket kebijakan Pemerintah yaitu sistem ganjil genap untuk angkutan pribadi, pengaturan jam operasional kendaraan sumbu 3 dan 5 serta penyediaan jalur khusus bus, kendaraan yang masuk tol di pagi hari lebih sedikit dibanding yang keluar tol untuk masuk Bekasi dari sore hingga malam.

Hal itu berdasarkan pengamatan jumlah kendaraan yang melintas di GT Bekasi Barat I dan Bekasi Barat Satelit. Terjadi penurunan jumlah kendaraan yang melintas GT Bekasi Barat I sejak Pukul 04.00 sampai 09.00.

Jumlah kendaraan yang melintas di GT Bekasi Barat I pada tiga hari pelaksanaan sistem ganjil genap ada sebanyak 10.064 kendaraan (12-14 Maret 2018). Angka itu menunjukan penurunan. Pada kondisi normal (sebelum paket kebijakan), ada sebanyak 12.522 kendaraan (5-7 Maret 2018).

Humas Jasamarga cabang Jakarta Cikampek Irwansyah mengatakan, perbedaan lalu lintas kendaraan yang keluar Tol Jakarta Cikampek melalui GT Bekasi Barat Satelit tidak signifikan.
Sebelum diberlakukan sistem ganjil genap (5-7 Maret 2018), jumlah kendaraan yang melintas ada 12.915 dan ada 12.811 kendaraan yang melintas pada tiga hari pertama pelaksanaan sistem ganjil – genap (12-14 Maret 2018).
Paket kebijakan itu dilaksanakan di GT Bekasi Barat 1,2 dan Bekasi Timur 2 dari Senin sampai Jumat mulai pukul 0600 – 09.00.

Berdasarkan pantauan, sejumlah kendaraan cenderung berangkat lebih awal ke Jakarta untuk menghindari paket kebijakan itu.

Kepadatan kendaraan di pintu masuk tol cenderung terjadi pada sekitar Pukul 05.00 – 06.00 pagi hari. Saat pemberlakuan dari Pukul 06.00 – 00.09 , kondisi gerbang tol terlihat lengang. Sementara, kepadatan kendaraan pada sore hari masih berlangsung.

M. Agus Setiawan, Corporate Secretary Jasamarga melalu keterangan tertulis menyampaikan, hingga hari keempat penerapan paket kebijakan, dapat disimpulkan laju kendaraan menjadi lebih lancar.

Sehingga terjadi peningkatan kecepatan kendaraan pada beberapa segmen. Diantaranya, dari Bekasi Timur sampai Bekasi Barat (Arah Jakarta) meningkat sebesar 20,91%, dari Bekasi Barat sampai Bekasi Timur (Arah Cikampek) meningkat sebesar 13,48%.

Sementara, dari Cikarang sampai Cibitung (Arah Jakarta) sebesar 24,31 % dah dari Cibitung sampai Cikarang (Arah Cikampek) sebesar 3,10%.(neo)

Related Articles

Back to top button