Berita Utama

Macet Tol Japek Turun 36 Persen

Radarbekasi.id – Pemerintah tampaknya bisa sedikit bernafas lega. Program kebijakan ganjil genap di jalan tol Jakarta Cikampek yang diberlakukan di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur tujuan Jakarta mulai menunjukan hasil menggembirakan. Mobil pribadi dan kendaraan besar yang melintas jumlahnya mulai berkurang.

Hanya saja hasil menggembirakan itu justru diikuti dengan kepadatan lalulintas di jalan arteri di wilayah Kota Bekasi tujuan Jakarta. Salah satunya jalan KH Noer Ali Kalimalang yang volume kendaraannya meningkat saat ganjil genap diberlakukan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui ada data menggembirakan yang diperoleh pihaknya dalam melakukan evaluasi paket kebijakan untuk mengurai kemacetan.

Paket kebijakan itu antara lain, sistem ganjil genap, pembatasan operasional kendaraan golongan 3, 4 sampai 5 dan penyediaan jalur khusus bus dari pukul 06.00 – 09.00.

“Jam-jam tersebut lalu lintas itu turun 36 persen. Suatu jumlah yang sangat menggembirakan,” kata Budi saat melakukan evaluasi pelaksanaan paket kebijakan di Posko Green Line, Minggu (18/3).

Ia mengatakan, dengan pengurangan 36 persen kendaraan maka membuat kecepatan kendaraan meningkat 22 persen. “Ini korelasi yang langsung, menurun dan lebih cepat,” ujarnya.

Dari hasil evaluasi, pengemudi secara cerdik berangkat lebih pagi sebelum pemberlakuan paket kebijakan. Sehingga terjadi peningkatan 6 sampai 11 persen di pagi hari.

“Sedangkan yang lain mengubah rute. Jadi semula mereka lewat Bekasi Barat Timur mereka pindah ke Tambun pindah ke berapa tempat yang lain,” sambungnya.

Angka itu menunjukkan bahwa ada suatu alur yang dikehendaki para perancang yang semula gerbang tol Bekasi Barat menjadi titik macet, kemudian kendaraan terdistribusi ke gerbang tol lain. “Dengan mereka ke Tambun maka membuat Bekasi semakin lancar,” ucapnya.

Budi menambahkan, kendaraan golongan 3, 4 dan 5 yang masuk ke tol Jakarta Cikampek juga mengalami penurunan. “Jumlahnya menurun, berarti mereka sudah tahu dan mereka sadar berlalu lintas. Sekarang sudah 61 persen menurun, jadi jumlahnya cukup banyak,” tutupnya.

Sementara itu, Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB) meminta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) juga memperhatikan dampak ganjil genap yang ‘meluber’ hingga ke jalan arteri. (neo)

Close