BisnisLife Style

Pegadaian Raup Laba Rp2,5 Triliun

Radarbekasi.id – PT Pegadaian (Persero) pada 2017 berhasil membukukan laba Rp2,5 triliun. Pencapaian laba tersebut tumbuh 13,7 persen, secara year-on-year (yyY) seiring dengan upaya perseroan meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jaringan hingga ke pelosok Tanah Air.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Sunarso mengatakan, pencapaian tersebut didorong oleh kenaikan outstanding loan (osl) menjadi Rp36,882 triliun dan pendapatan usaha sebesar Rp10,523 triliun. Atas capaian kinerja tersebut, pihaknya menargetkan dapat melayani 11,5 juta nasabah pada tahun ini, sebagai wujud semangat untuk memperluas kehadiran layanan.

“Target peningkatan jumlah nasabah tersebut optimis dapat kami capai seiring dengan peningkatan kualitas layanan digital dan makin banyaknya jaringan agen,” ujar Sunarso.

Ditambahkan Sunarso, jumlah nasabah yang saat ini dilayani Pegadaian didominasi oleh nasabah yang berusia produktif atau sekitar 68 persen di bawah 45 tahun.

Sementara itu, perseroan menargetkan osl pada tahun ini sebesar Rp45,4 triliun dan pendapatan usaha Rp12,5 triliun, meningkat sekitar 19 persen persen dibandingkan pendapatan tahun lalu Rp10,5 triliun.
“Performa keuangan perusahaan tahun 2018 diperkirakan akan terus tumbuh positif seiring dengan berlanjutnya prospek ekonomi nasional yang diperkirakan tumbuh 5,4 persen,” terangnya.

Lanjut Sunarso, pada saat yang bersamaan Pegadaian menargetkan laba bersih pada 2018 sebesar Rp2,7 triliun, meningkat 7,14 persen dari tahun lalu sebesar Rp2,52 triliun.

Menurut Sunarso, strategi utama sepanjang tahun ini meningkatkan kualitas layanan seperti digitalisasi business process, kenyamanan layanan di outlet, revitalisasi gudang & logistik, serta pelayanan prima kepada nasabah.

Perseroan juga akan memperluas jangkauan dan jenis layanan meliputi peningkatan jumlah agen, memberikan layanan daring (online) melalui mobile app, menambah produk baru seperti gadai tanpa bunga, gadai tanah syariah, dan layanan berbasis fintech.

“Untuk itu, strategi Pegadaian dalam menghadapi tantangan antara lain melakukan transformasi pengembangan kanal distribusi, maupun produk yang berbasis digital. Digitalisasi proses bisnis dan transformasi di area human capital termasuk corporate culture yang saat ini tengah dilakukan oleh kami,” bebernya.

Sunarso mengakui, bahwa kondisi persaingan di bisnis Pegadaian semakin ketat antara lain disebabkan terbitnya Peraturan OJK 31/2016 yang memungkinkan masuknya pemainpemain baru di industri pegadian, seperti financial technology (fintech).

“Kami tetap optimis, dengan strategi yang dijalankan agar Pegadaian tetap dapat mempertahankan pangsa pasar di industri gadai dan mampu mendiversifikasi mesin pertumbuhan pada produk-produk non-gadai,” pungkasnya. (oke)

Related Articles

Back to top button