Berita Utama

Polisi Belum Tahan Dua Pegawai BPN Terjaring OTT

Radarbekasi.id – Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, dua oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), ternyata belum ditahan oleh Polres Metro Bekasi. Alasannya, Tim Saber Pungli masih fokus mencari pelaku lain dan mendalami Barang Bukti (BB) yang disita.

Ketua Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Bekasi, AKBP Lutfie Sulistiawan menerangkan, modus yang digunakan dua oknum pegawai BPN tersebut sehingga terjaring OTT, dengan cara menunda-nunda penyerahan 75 sertifikat milik pengembang dan meminta uang sebesar Rp400 ribu dari setiap sertifikat yang diurus. Padahal pembuatan balik nama sertifikat sudah selesai.

“Jadi, untuk satu sertifikat diminta uang sebesar Rp400 ribu. Nah, pada kasus ini ada 75 sertifikat yang sudah dibalik nama. Dan uang yang diamankan ada Rp20 juta,” beber Lutfie saat gelar perkara di Polres Metro Bekasi, Jumat (16/3).

Menurut Lutfie, penyerahan sertifikat itu sengaja ditunda-tunda agar memakan waktu lama. Sehingga dua oknum pegawai BPN Kabupaten Bekasi berinisial I dan B itu meminta uang agar penyerahan sertifikat bisa dilakukan.

“Ada informasi penyerahan uang pada Selasa (13/3). Tim langsung melakukan OTT dan menemukan barang bukti Rp10 juta. Namun setelah dilakukan pengembangan, ditemukan lagi uang sebesar Rp10 juta. Sehingga totalnya Rp20 juta,” terang Lutfie.

Diakui Lutfie, mekanisme atau proses balik nama benar. “Namun proses penyerahan itu dihambat dengan dalih ada transaksional. Aturannya sudah jelas. Justru yang jadi persoalan adalah penyerahan sertifikat yang diulur-ulur, supaya ada pemberian uang, baru sertifikat diserahkan,” ujar pria dengan dua melati di pundak ini. (pra)

Close