Pendidikan

Riko Noviantoro, Bangkitkan Semangat Berbangsa Lewat Edu Game Kebangsaan

Ciptakan Kwartet Kebangsaan, Dimainkan Empat Orang atau Lebih

Radarbekasi.id – Kahfi Ahmad Rauf, (9), tertawa lepas. Siswa kelas III sekolah dasar itu begitu riang bermain bersama lima temannya. Mereka tidak sedang bermain permainan digital yang sedang digandrungi kalangan generasi zaman now.

’’Ini kwartet kebangsaan. Seru mainnya. Sekalian belajar tentang Indonesia,” kata Kahfi saat menjelaskan permainan kwartet kebangsaan di Harapan Baru, Bekasi.

Kwartet Kebangsaan itulah namanya. Sebuah alat permainan edukasi bertema kebangsaan. Permainan kwartet sejatinya sudah cukup dikenal pada era 90 an. Namun seiring waktu permainan tersebut menghilang dan tertinggal di era digital.

Belakangan, game Kwartet Kebangsaan yang bisa dimainkan oleh empat orang ini ternyata bisa menjadi menarik sekaligus pembelajaran, karena permainannya menyajikan berbagai perihal tentang Indonesia, mulai dari ideologi Pancasila, lembaga negara, lagu nasional, lagu daerah, tarian tradisional hingga kuliner.

Menariknya lagi berbagai informasi yang tersaji pada Kwartet Kebangsaan itu dapat dipelajari lebih lanjut dalam sebuah buku panduan. Sehingga selama permainan juga dapat belajar bersama tentang berbagai hal yang disajikan dalam Kwartet Kebangsaan.

“Kwartet Kebangsaan ini adalah modul permainan edukasi. Pola bermainnya dengan menebak kartu yang dimiliki lawan. Jika benar, maka kartu tersebut diserahkan kepada pemain yang meminta. Kemudian kartu tersebut dikumpulkan hingga berjumlah lengkap empat,” tutur Riko Noviantoro, pencipta alat permainan edukasi bertema kebangsaan saat ditemui.

Ciptakan Kwartet Kebangsaan
Cara mudah belajar nilai-nilai luhur berbangsa dan bernegara lewat permainan Kwartet Kebangsaan.

Jenis permainaan seperti ini, lanjutdia, lebih dipopulerkan sebagai Edu Game Kebangsaan. Edu sebagai penyederhanaan dari kata edukasi, dan game adalah permainan. Maka arti lebih lengkap adalah sebuah alat permaianan yang bertujuan untuk meningkatkan semangat kebangsaan pada generasi muda. Model permainannya bisa bermacam-macam, diantaranya Kwartet Kebangsaan.

’’Ini adalah versi edu game 2.0. Sebelumnya saya sudah membuat edisi pertama yang mirip permainan monopoli. Temanya juga tentang kebangsaan,” imbuh lelaki yang juga dikenal penggiat literasi ini.

Adapun materi kwartet, tambah lelaki berusia empat puluh tahunini, terdapat 18 kategori. Setiap kategori terdapa tempat sub-kategori yang merupakan implementasi dari kategori tersebut. Misalkan kategori Sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa, maka sub kategorinya adalah Tidak Memaksakan Kepercayaan, Hidup Sederhana, Menghormati Antar Agama danTaat Beribadah.

’’Semua sub kategori tersebut menjabarkan atau menjelaskan kategori pada kwartet. Dengan begitu setiap pemain bertugas mengumpulkan kategori secara lengkap. Mereka yang berhasil mengumpulkan kategori dalam jumlah banyak adalah pemenang,” ucapnya.

Keseruan dari permainan ini adalah kemampuan pemain untuk fokus dan mengetahui tebakan lawan. Kehilangan fokus dan salah membaca tebakan lawan, dapat menyebabkan pemain lawan mampu mengenali kartu yang dimilikinya.

Tidak hanya itu saja permainan Kwartet Kebangsaan semakin terasa menegangkan jika dimainkan lebih dari empat orang. Bahkan dalam sejumlah simulasi edu game kebangsaan dilakukan pada 10 orang dalam setiap kelompok permainan.

“Semakin banyak pemain semakin seru. Karena peluang lupa, salah sebut, salah tebakan dan sebagainya bisa terjadi,” ucapnya sambil tersenyum.

Menurutnya permainan kelompok seperti ini yang mulai jarang dilakukan di era zaman now. Tidak heran beberapa anak-anak yang memainkan ini terasa cukup asing untuk permulaan. Tetapi setelah itu mereka lebih bisa bermain dan nyaman dalam kelompok.

Dengan demikian, lanjut Riko Noviantoro permainan kwartet kebangsaan ini secara tidak langsung menghidupkan tradisi bermain kelompok. Sekaligus menumbuhkan semangat ke-Indonesia-an yang selama ini kian pudar.

“Ada anak-anak yang tidak tahu lagi apa kalimat Sila 1 Pancasila. Bahkan ada pula yang lupa semuanya. Itu memprihatinkan,” paparnya.

Dia berharap melalui permainan ini, generasi milenial dapat kembali mengenal Indonesia secara lebih dalam. Apalagi Kwartet Kebangsaan juga dilengkapi buku panduan yang dikenal Edugame Klopedia. Melalui buku tersebut segala hal yang disebutkan dapat diketahui detil. Selamat bermain dan belajar. (*)

Related Articles

Back to top button